Di antaranya 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, serta 72 DPPU, lengkap dengan fasilitas tambahan di wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan permintaan.
Baca Juga: Safari Ramadan, Pertamina Hulu Mahakam Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Disabilitas
Dari sisi proyeksi konsumsi, kebutuhan BBM jenis gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12,0 persen dibandingkan kondisi normal.
Sebaliknya, konsumsi gasoil diprediksi turun sekitar 14,5 persen.
Sementara itu, kebutuhan avtur diproyeksikan meningkat 2,8 persen, sedangkan konsumsi kerosene diperkirakan naik sekitar 4,2 persen dibandingkan realisasi normal.
Baca Juga: WFA di Yogyakarta, Ini Rekomendasi Kafe yang Menyenangkan untuk WFC
Untuk kebutuhan LPG, Direktorat Jenderal Migas bersama Pertamina juga menyiagakan 40 terminal LPG, 757 SPBE, serta 6.662 agen LPG di seluruh Indonesia.
Prognosa ketahanan stok LPG nasional diperkirakan berada pada kisaran 12 hingga 15 hari.
Ketersediaan tersebut dijaga tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 dengan dukungan agen serta pangkalan LPG yang siaga selama 24 jam, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi.
Baca Juga: Cukup Lewat BRImo, Berbagi THR Makin Praktis di Era Digital
Pada kesempatan yang sama, Pertamina memastikan bahwa pasokan energi nasional, khususnya BBM dan LPG, berada dalam kondisi aman selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Untuk menjaga kelancaran distribusi energi, Pertamina juga telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapan operasional serta layanan bagi masyarakat selama periode tersebut.
Baca Juga: Peluang Karier di Industri Aviasi, PT GDPS Buka Lowongan Kerja Staf Distribusi Area Jakarta Utara
“Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri.