Beliau menambahkan bahwa stabilitas pasokan ini akan berdampak langsung pada performa mitra di pasar.
"Melalui dukungan produk CRC dan HRPO yang berkualitas tinggi, kami optimistis Kerismas Group dapat terus meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing produknya, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun merambah pasar internasional,” lanjut Hernowo.
Implementasi Asta Cita dan Percepatan Hilirisasi Nasional
Baca Juga: Loker Terbaru PT GDPS, Dibuka Posisi untuk Lulusan SMA Sederajat di Bali
Lebih lanjut, penguatan ketersediaan bahan baku ini merupakan implementasi nyata dari pilar Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya dalam mempercepat hilirisasi industri domestik.
Dengan memastikan bahan baku baja tersedia di dalam negeri, Krakatau Steel Group yang dipimpin oleh Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menyatakan siap berperan aktif dalam menciptakan ekosistem industri yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
“Kami menyelaraskan operasional perusahaan dengan visi Asta Cita untuk memperkokoh kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi. Melalui jaminan pasokan bahan baku yang didukung Danantara, kita memastikan bahwa nilai tambah ekonomi sepenuhnya dinikmati oleh industri dan tenaga kerja nasional,” tambah Hernowo.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026: Annual Pass THR TMII, Masuk Berkali-kali Cuma 1 Tiket!
Komitmen Kemitraan Jangka Panjang
Senada dengan hal tersebut, Lau Beng Sing menyambut baik kolaborasi ini sebagai fondasi utama stabilitas operasional grup.
"Kami mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Krakatau Steel. Jaminan pasokan bahan baku ini sangat krusial bagi keberlangsungan produksi di grup kami, sehingga kami bisa fokus pada pengembangan pasar dan kualitas produk akhir bagi konsumen," ungkapnya.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya penguatan struktur industri baja nasional dan program substitusi impor, di mana pemanfaatan produk baja lokal menjadi prioritas utama bagi para pelaku manufaktur di Indonesia.
Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus bersinergi menghadapi tantangan industri baja global dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.***