Ia juga menegaskan bahwa setiap aktivitas wajib diawali dengan permit meeting sebagai bagian dari upaya pengendalian risiko kerja.
Baca Juga: Puncak Mudik Lebaran 2026, Garuda Indonesia Group Layani Puluhan Ribu Penumpang dalam Sehari
Sementara itu, Direktur Operation Pertamina Drilling Aziz Muslim turut menyampaikan apresiasi kepada tim Rig PDSI#40.3 atas pencapaian kerja yang aman selama ini.
Ia juga menyampaikan pesan singkat kepada para pekerja lapangan agar selalu memulai aktivitas dengan doa, memohon keselamatan dan bimbingan, serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah.
Aziz menambahkan bahwa pembentukan budaya keselamatan harus dimulai dari hal-hal sederhana dalam keseharian, seperti kehadiran dalam setiap tailgate meeting, keberanian untuk menerapkan Stop Work Authority (SWA) saat menemukan kondisi tidak aman, serta peningkatan kualitas PJSM melalui komunikasi dua arah.
Baca Juga: ASDP Buka Mudik Gratis di Indonesia Timur, Ribuan Penumpang Bisa Nikmati Layanan Ini
Hal ini mencakup pembahasan prosedur kerja secara lebih rinci, mitigasi risiko, pengecekan langsung peralatan, serta diskusi interaktif agar seluruh personel memahami pekerjaan yang akan dilakukan.
Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, diharapkan budaya keselamatan tidak hanya berhenti sebagai program atau kampanye semata, melainkan benar-benar menjadi praktik nyata yang diterapkan dalam setiap aktivitas kerja.
Kunjungan ini diharapkan mampu semakin memperkuat budaya keselamatan di lingkungan industri migas, sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh pekerja bahwa aspek HSSE merupakan prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional. ***