rilis-bumn

Kembali ke Nama Asli, Grand Hotel De Djokja Siap Sambut Tamu di Jantung Malioboro

Rabu, 25 Maret 2026 | 11:00 WIB
Grand Hotel De Djokja

Kabar BUMN - Grand Hotel De Djokja, hotel legendaris di kawasan Malioboro, resmi dibuka kembali pada 16 Maret 2026 setelah sebelumnya dikenal sebagai Grand Inna Malioboro.

Pengembalian nama ini menjadi langkah untuk menghidupkan kembali identitas historis sekaligus memperkuat posisinya sebagai ikon hotel heritage di jantung Yogyakarta.

Didirikan sejak 1911, hotel ini termasuk salah satu yang tertua dan pernah menjadi tempat singgah tokoh penting dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Hari Air Sedunia, PNM: Air Bersih Jalan Bagi Masyarakat untuk Hidup Lebih Sehat

Sepanjang perjalanannya, hotel ini beberapa kali berganti nama hingga akhirnya kembali ke nama awal sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah.

Bangunan ini juga memiliki nilai historis penting bagi Indonesia.

Pada masa awal kemerdekaan, beberapa ruangnya pernah digunakan sebagai markas Tentara Keamanan Rakyat di bawah pimpinan Jenderal Soedirman.

Baca Juga: Magang 2 Bulan di BTN, Cocok untuk Tambah Pengalaman Kerja

Salah satu kamar bahkan diabadikan sebagai “Sudirman Suite” yang masih menyimpan artefak bersejarah.

Kini, di bawah pengelolaan InJourney Hospitality, hotel ini hadir sebagai hotel bintang lima dengan konsep yang memadukan arsitektur heritage dan fasilitas modern, tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat sejak lebih dari satu abad lalu.

Direktur Utama InJourney Hospitality, Christine Hutabarat, menyampaikan bahwa kembalinya Grand Hotel De Djokja merupakan bagian dari strategi besar dalam menghidupkan kembali identitas heritage Indonesia sebagai kekuatan baru dalam industri pariwisata nasional.

Baca Juga: 4 Donat yang Sedang Populer di Blok M, Seringnya Perlu Antre untuk Membelinya

“Kembalinya Grand Hotel De Djokja bukan sekadar pembukaan kembali sebuah hotel bersejarah, tetapi merupakan langkah strategis dalam menghidupkan kembali identitas heritage Indonesia sebagai kekuatan baru dalam industri pariwisata nasional.

"Melalui revitalisasi ini, kami memadukan warisan sejarah yang autentik dengan standar hospitality modern, sehingga Grand Hotel De Djokja dapat kembali menjadi ikon budaya sekaligus destinasi kelas dunia di jantung Yogyakarta,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini