Kabar BUMN - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Hal ini diwujudkan melalui kombinasi insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan non-fiskal, serta dukungan infrastruktur kawasan yang terintegrasi, menjadikannya salah satu kawasan dengan kesiapan investasi paling komprehensif di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.
Dalam mendukung iklim investasi, KEK Mandalika menghadirkan berbagai insentif fiskal yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi serta kepastian bagi investor.
Baca Juga: 5 Wahana Seru Bukit Sekipan Tawangmangu, Lengkap dengan Harga Tiket Terbaru
Fasilitas yang ditawarkan antara lain Tax Holiday untuk kegiatan usaha utama, serta skema pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir.
Selain itu, tersedia pula Tax Allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi, percepatan depresiasi dan amortisasi, hingga pengaturan tarif pajak dividen bagi investor asing.
Kemudahan juga diberikan pada sektor perpajakan tidak langsung.
Baca Juga: Kontribusi WSBP di Proyek Masjid, Utamakan Kenyamanan dan Keamanan Jamaah
Investor mendapatkan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal dan barang kena pajak tertentu, pembebasan bea masuk, hingga pembebasan pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di kawasan KEK.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan bahwa KEK Mandalika tidak sekadar menawarkan insentif, tetapi juga menghadirkan ekosistem investasi yang siap dijalankan.
“Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem, di mana insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh.
Baca Juga: Taman Nasional Komodo Masuk Daftar Tempat Terindah Dunia 2026, Ini Daya Tarik yang Bikin Mendunia
"Hal ini memberikan confidence bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan.” ujarnya.