rilis-bumn

Strategi Jitu SIG, Kinerja Tetap Positif di Tengah Tantangan Industri 2025

Selasa, 31 Maret 2026 | 19:30 WIB
Proses pemuatan zak semen di dalam palka atau lambung kapal distribusi di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Ia menambahkan, SIG optimis dapat terus menjaga momentum pertumbuhan melalui sejumlah inisiatif strategis dan inovasi.

Baca Juga: Cari Kerja di Lampung? PT MUM Buka Lowongan Sales dengan Syarat Mudah

Aktivitas bongkar muat dan penataan semen di gudang PT Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Salah satu langkah strategis tersebut yaitu proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur yang merupakan bagian dari kerja sama strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation.

”SIG menargetkan untuk mulai ekspor pada pertengahan tahun 2026 dari fasilitas di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton semen per tahun,” ungkap Vita Mahreyni.

Selain ekspor, kerja sama strategis dengan Taiheiyo juga dilakukan untuk mengembangkan lini bisnis soil stabilization (stabilisasi tanah).

Baca Juga: Lebaran 2026: KA Joglosemarkerto Jadi Primadona, Dorong Lonjakan Wisata dan Ekonomi Daerah

Kolaborasi dua perusahaan bahan bangunan terkemuka di Asia ini bertujuan untuk menjawab tantangan di industri konstruksi sekaligus menciptakan pasar baru guna membuka peluang pertumbuhan.

Kinerja Keberlanjutan yang Semakin Prima

Selain profitabilitas yang solid pada kinerja bisnis, SIG juga membuktikan komitmennya pada aspek keberlanjutan. Pada 2025, SIG mencatatkan penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21% dibandingkan baseline tahun 2010.

Baca Juga: Dari Makkah ke Damaskus, Ini Masjid Ikonik yang Mengubah Sejarah Islam

Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) berhasil turun menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 15% dibandingkan baseline tahun 2019.

Capaian ini diperoleh dari konsistensi Perusahaan untuk terus meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF) dan limbah industri.

SIG juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya pada unit-unit operasionalnya, serta konversi gas panas buang menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG).

Baca Juga: Berdayakan Disabilitas Lewat PNM Mekaar, Ibu Irma Wujud Nyata Semangat Tanpa Batas di Tengah Keterbatasan

Fasilitas pengolahan limbah dan sampah menjadi bahan bakar alternatif di area green zone Pabrik Narogong, Jawa Barat.

Halaman:

Tags

Terkini