Pada 2025, SIG mencatatkan penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton atau naik dari tahun 2024 sebanyak 550.085 ton, serta mencapai substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77% dari sebelumnya 7,56% pada 2024.
”Bagi SIG, kinerja keberlanjutan tidak kalah pentingnya dengan kinerja bisnis. Bahkan SIG telah membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan bahkan saling mengisi satu dengan lainnya.
"SIG senantiasa meneguhkan komitmen keberlanjutan yang menjadi competitive advantage dan membuat Perusahaan menjadi lebih adaptif dan berdaya saing di tengah kondisi industri domestik yang menantang dan situasi geopolitik yang dinamis,” ujar Vita Mahreyni.***
Artikel Terkait
Indeks Keanekaragaman Hayati Meningkat, Komitmen SIG Jaga Warisan Dunia Bulu Sipong 4 Kian Nyata
Wapres Gibran Tinjau Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi SIG di Tuban, Dorong Ekspor Semen Indonesia
SIG dan Taiheiyo Cement Perluas Kolaborasi, Dorong Pengembangan Bisnis Stabilisasi Tanah di Indonesia
Mudik Bersama BUMN 2026, SIG Berangkatkan 1.653 Pemudik ke 10 Provinsi
SIG Kantongi Predikat Excellent pada Ajang Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026