rilis-bumn

BULOG Siapkan 100 Titik Infrastruktur Pascapanen untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 2 April 2026 | 08:00 WIB
Perum BULOG siapkan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia untuk memperkuat logistik dan ketahanan pangan nasional. (Dok. BULOG)

Kabar BUMN – Perum BULOG hadir dalam Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Pangan, dan dihadiri oleh Wakil Kepala BP BUMN, perwakilan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta BPKP.

Rapat membahas kesiapan BULOG menindaklanjuti Perpres Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian penting untuk memperkuat logistik serta ketahanan pangan nasional.

Baca Juga: 5 Cara untuk Menyiasati Rasa Bosan yang Mungkin Muncul Saat Sedang WFH

Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa BULOG siap melaksanakan amanat pemerintah dengan pendekatan yang profesional, terukur, dan akuntabel.

“Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional."

"BULOG akan memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur benar-benar tepat lokasi, tepat fungsi, dan tepat manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Magang Internal Audit Bergengsi! Kesempatan Emas di PT Eltran Indonesia, Cek Syaratnya

Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan terdapat tiga langkah utama yang tengah dipersiapkan BULOG.

Pertama, penyusunan studi kelayakan (feasibility study) yang melibatkan akademisi dan para ahli, mencakup aspek teknis, operasional, dan finansial agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kedua, penyusunan pertimbangan teknis bersama Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, agar pembangunan gudang dan fasilitas pascapanen sesuai tipologi serta karakteristik wilayah masing-masing.

Baca Juga: Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, InJourney Catat Kenaikan Penumpang dan Aktivitas Wisata

Ketiga, evaluasi kelayakan finansial dan rekomendasi penggunaan dana investasi pemerintah non permanen, yang hasilnya akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Pangan untuk persetujuan tertulis sebelum pembangunan dimulai.

“Program pembangunan ini direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri dari sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi,” tambah Ahmad Rizal Ramdhani.

Rencana pembangunan Infrastruktur Pascapanen mencakup berbagai fasilitas penting, yaitu 94 unit gudang penyimpanan, 6 unit silo gabah, 8 unit silo jagung, 17 unit dryer beras, 17 unit Rice Milling Unit (RMU), 8 unit dryer jagung, serta 9 unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

Halaman:

Tags

Terkini