Kabar BUMN – Garuda Indonesia Group menunjukkan tanda pemulihan kinerja yang semakin kuat menuju fase turnaround pada 2026.
Hal ini terlihat dari performa positif anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI), yang menjadi salah satu penopang utama penguatan operasional dan finansial grup.
Peningkatan ini juga mencerminkan keberhasilan transformasi internal, terutama dalam menjaga kesiapan armada dan keberlanjutan layanan penerbangan.
Baca Juga: Bukan Telur Biasa, Ini Telur Faberge, Telur Paskah Paling Langka dan Mahal di Dunia
Berdasarkan laporan keuangan hingga 31 Desember 2025, GMF mencatat pendapatan sebesar USD 491,9 juta atau sekitar Rp8,25 triliun, tumbuh 16,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba perusahaan juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 26,3 persen menjadi USD 33,9 juta atau setara Rp570 miliar.
Dari sisi aset, totalnya meningkat menjadi USD 813 juta atau sekitar Rp13,6 triliun, sementara ekuitas berhasil berbalik positif menjadi USD 114,6 juta atau sekitar Rp1,92 triliun.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2026 Resmi Berakhir, 3,38 Juta Kendaraan Padati Jabotabek
Kinerja ini turut diperkuat oleh aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang meningkatkan nilai aset tetap sekaligus memperbaiki struktur permodalan.
Selain itu, pertumbuhan juga didorong oleh pengembangan lini bisnis non-commercial aircraft, termasuk sektor defense industry, industrial solutions, dan power services.
Segmen ini mencatat pendapatan USD 36,7 juta atau sekitar Rp615,9 miliar, tumbuh 59,9 persen secara tahunan.
Baca Juga: Tingkatkan Kapabilitas Developer, Telkom Hadirkan AI Connect Offline Series di Makassar
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menjaga disiplin operasional dan finansial, sekaligus memperkuat peran GMF sebagai strategic enabler dalam ekosistem Garuda Indonesia Group.
Di sisi operasional, GMF juga berhasil menjaga turnaround time secara disiplin guna memastikan serviceability dan reliability pesawat tetap terjaga, meskipun tantangan global supply chain masih terus membayangi.