Perusahaan juga mencatat perkembangan signifikan pada kapasitas energi baru terbarukan yang mencapai sekitar 9,4 gigawatt pada 2025.
Selain itu, PLN memperluas pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour pada tahun yang sama. Hal ini menjadi bagian dari strategi transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Elnusa Bidik Peluang Proyek Global di OTC Asia 2026, Perluas Jaringan Internasional
Sebagai langkah dekarbonisasi lainnya, sejak 2023 PLN mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant pertama di Indonesia yang berada di PLTGU Muara Karang, Jakarta.
PLN juga menjadi pelopor di Asia Tenggara melalui pembangunan GHP berbasis panas bumi di PLTP Kamojang, Jawa Barat pada 2024.
Saat ini, kelebihan produksi hidrogen dari pembangkit listrik PLN yang sebelumnya belum dimanfaatkan telah dikembangkan menjadi GHP di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan kapasitas total 203 ton per tahun.
Baca Juga: 4 Tempat Makan yang Lokasinya di Gang Kecil di Surabaya
Ke depan, green hydrogen diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai co-firing PLTU, bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan sektor industri.
”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong tercapainya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan. ***