“Ekspor ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu produsen rempah dunia, sekaligus membuka peluang pasar baru yang potensial,” tuturnya.
Baca Juga: Badak LNG Kembali Raih PROPER Emas ke-15, Perkuat Langkah Menuju Industri Energi Berkelanjutan
Ia menjelaskan, hal ini juga menjadi langkah awal yang strategis dalam memperluas penetrasi pasar ekspor rempah Indonesia, khususnya bunga pala yang memiliki permintaan tinggi di pasar global.
“Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan ekspor komoditas pangan, termasuk rempah, sebagai bagian dari kontribusi dalam memperkuat perekonomian nasional.
"Kolaborasi dengan mitra lokal menjadi kunci dalam memastikan kualitas dan keberlanjutan pasokan,” ungkapnya.
Baca Juga: Badak LNG Kembali Raih PROPER Emas ke-15, Perkuat Langkah Menuju Industri Energi Berkelanjutan
Sebagai informasi, Indonesia merupakan salah satu produsen utama pala dunia dengan kontribusi signifikan terhadap pasar global.
Berdasarkan data BRIN, Indonesia menguasai sekitar 70–75 persen produksi pala dunia dengan nilai ekspor mencapai 185,32 juta dolar AS.
Permintaan komoditas pala juga terus meningkat di pasar global, khususnya untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik.
Baca Juga: Jam Buka Ragunan Diperpanjang Sampai 22.00 WIB, Pengunjung Dibagi Dua Sesi
“Hal ini menjadi peluang strategis yang terus dioptimalkan oleh ID FOOD melalui penguatan ekosistem bisnis berbasis kemitraan,” ucapnya.
Yosdian berharap, masuknya ID FOOD dalam ekspor komoditas rempah dapat menjadi enabler dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar pangan global.***