rilis-bumn

PGE Kamojang Raih PROPER Emas ke-15, Optimalkan Panas Bumi untuk Ekonomi Sirkular

Kamis, 9 April 2026 | 16:30 WIB
PGE Kamojang raih PROPER Emas ke-15 berturut-turut lewat inovasi panas bumi KANYAAH yang dorong ekonomi sirkular dan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. (Dok. PGE Kamojang)

Baca Juga: JTTS Ramai di Libur Paskah 2026, Hutama Karya Tingkatkan Operasional dan Proyek

"Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal tersebut, PGE mendorong agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.”

Pada sektor perikanan, PGE menghadirkan program Geothermal Fishery dengan memanfaatkan panas bumi sebagai sistem pemanas kolam. Teknologi ini mampu mempercepat masa panen hingga 25 persen. Selain itu, bobot ikan juga meningkat dari rata-rata 200 gram menjadi 330 gram per ekor.

Di bidang pertanian, PGE memperkenalkan Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert) yang telah menghasilkan 193,8 ton pupuk ramah lingkungan. Pupuk tersebut dimanfaatkan untuk mengelola lahan pertanian seluas 12,34 hektar.

Baca Juga: Ingin Magang di Bidang Komunikasi? PT Kawasan Industri Wijayakusuma Buka Lowongan Ini

PGE juga mengembangkan Geothermal Farming dengan mengoptimalkan energi panas bumi untuk mendukung proses pembibitan serta budidaya tanaman hortikultura.

Pendekatan ini membuat proses produksi lebih efisien dan produktif. Selain meningkatkan kualitas hasil panen, inisiatif tersebut juga membantu memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

Melalui program Geothermal Food, PGE mendorong pengolahan hasil pascapanen agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Inisiatif ini memperpanjang rantai manfaat sektor pertanian. Selain itu, peluang usaha baru pun terbuka sehingga pendapatan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.

Baca Juga: Wisata Rasa di Solo, Cabuk Rambak Manahan Jadi Buruan Pagi Hari

Dampak Nyata bagi Masyarakat dan Lingkungan

Secara keseluruhan, program KANYAAH telah menjangkau 4.397 penerima manfaat. Total penghasilan masyarakat mencapai Rp3,08 miliar dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 5,10.

Dari sisi lingkungan, program ini juga berkontribusi pada reduksi emisi sebesar 146,28 ton CO₂e per tahun serta pengurangan sampah organik hingga 232 ton per tahun.

Baca Juga: Manfaatkan Relaksasi Pelaporan SPT 2025, TASPEN Hadirkan Akses Bukti Potong via TOOS

Berbagai inisiatif tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, tetapi juga menekan biaya operasional.

Hal ini terutama dirasakan pada sektor budidaya perikanan dan pengolahan hasil pertanian. Program tersebut turut mendorong terbentuknya kelompok usaha masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Capaian ini mencerminkan bagaimana pengelolaan panas bumi di Kamojang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan di tingkat tapak."

Halaman:

Tags

Terkini