"Dari program ini, para peserta mampu mencatatkan rata-rata omzet bulanan sekitar 30 juta rupiah, bahkan beberapa di antaranya berhasil meraih laba lebih dari 10 juta rupiah per bulan."
Baca Juga: ANTAM Borong PROPER Hijau, Bukti Konsistensi Kelola Lingkungan Berkelanjutan
"Total pendapatan seluruh peserta dari Januari hingga April 2026 mencapai 2,75 miliar rupiah. Membukukan laba bersih hingga 858 juta rupiah. Dampak positif ini mendorong kami untuk lebih mengembangkan program UMiMAX," tambah Rudi.
Vice Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa UMiMAX merupakan upaya perusahaan untuk memperkuat pelaku usaha ultra mikro. Melalui program ini, peserta didorong agar mampu berkembang, mandiri, serta naik kelas.
“Pertamina memberikan apresiasi atas semangat dan keberhasilan mitra usaha ultra mikro dalam mengikuti program Umimax. Wisuda ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk terus mengembangkan wawasan dan kapasitas usaha sehingga bisa menjadi wirausaha yang andal,” ujar Muhammad Baron.
Pada tahun 2026, Pertamina berencana memperluas cakupan program dengan target menjaring hingga 1.000 peserta di berbagai daerah Indonesia.
Prioritas utama tetap difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi serta masyarakat berpenghasilan rendah. Penentuan wilayah dilakukan melalui pemetaan berbasis data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN).
Salah satu peserta UMiMAX, Tasya Putri Nabilah, menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak besar terhadap kehidupannya. Tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga membantu membiayai pendidikan adiknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Baca Juga: Alpukat, Si Superfood Lezat dengan Segudang Manfaat untuk Tubuh
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina, atas program ini saya tadinya hampir putus kuliah. Namun sejak bergabung dengan UMiMAX, saya berhasil menyelesaikan kuliah dan menyekolahkan adik saya yang baru saja masuk perguruan tinggi,” tutupnya.***