Kabar BUMN - PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus memperkuat perannya dalam mendukung distribusi komoditas strategis nasional, salah satunya melalui peningkatan layanan bongkar muat bijih timah di Pelabuhan Tanjung Pandan.
Langkah ini dilakukan lewat kerja sama dengan PT TIMAH Tbk sebagai salah satu pemain utama di industri timah.
Kolaborasi ini difokuskan untuk mempercepat proses operasional sekaligus menjaga kelancaran distribusi komoditas unggulan dari wilayah Bangka Belitung.
Baca Juga: Tahun 2025, Laba Bersih Askrindo Syariah Mencapai Rp163,18 Miliar, Aset Rp3,28 triliun
Sebagai bagian dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PTP Nonpetikemas menghadirkan layanan kepelabuhanan multipurpose yang terintegrasi.
Seluruh operasional juga didukung fasilitas yang memadai serta standar kerja yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan efisiensi.
Dari sisi kinerja, aktivitas bongkar muat bijih timah di Pelabuhan Tanjung Pandan terus menunjukkan peningkatan.
Baca Juga: Telkom–PGN Tancap Gas Kembangkan Green Digital Infrastructure Berbasis Energi Rendah Karbon
Volume yang tercatat pada 2023 sebesar 3.293 ton naik menjadi 5.290 ton di 2024, lalu kembali meningkat ke 8.558 ton pada 2025.
Tahun 2026 ini, volumenya ditargetkan mencapai sekitar 13.000 ton.
Sebagai gambaran di lapangan, pada Kamis, 9 April 2026 pukul 00.40 WIB, Tongkang Priok yang ditarik Tugboat S26 sandar di Dermaga 08 dengan membawa muatan sekitar 450 ton bijih timah.
Baca Juga: Mau Liburan ke Pangandaran Lebih Santai? KA Pangandaran Sudah Angkut 97 Ribu Penumpang di 2026
Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga arus logistik tetap lancar dan efisien.