rilis-bumn

PHE Perluas Eksplorasi, PSC Wilayah Kerja Lavender Resmi Diteken

Jumat, 17 April 2026 | 12:00 WIB
PHE resmi teken PSC WK Lavender, dorong eksplorasi migas baru dan perkuat ketahanan energi nasional Indonesia. (Dok. PHE)

Kabar BUMN — PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender secara resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Kontrak Kerja Sama (KKS) atau Production Sharing Contract (PSC) untuk Wilayah Kerja (WK) Lavender bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Area WK Lavender meliputi wilayah lepas pantai dan daratan Sulawesi Selatan, serta sebagian wilayah offshore Sulawesi Tenggara. Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan potensi migas di kawasan tersebut.

Proses penandatanganan PSC WK Lavender dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, yang berlangsung di Jakarta pada 11 Februari 2026.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Makan Korea di Blok M, Masing-masing Menawarkan Menu Berbeda

Tahapan ini kemudian diperkuat dengan penandatanganan lanjutan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia pada 17 Maret 2026, sebagai penanda dimulainya aktivitas eksplorasi di wilayah kerja tersebut.

Wilayah Kerja Lavender menjadi wilayah keenam yang berhasil diamankan oleh anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sejak 2023.

Hal ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memperluas cakupan eksplorasi guna menemukan sumber cadangan migas baru.

Baca Juga: Genjot Distribusi Sawit, KAI Logistik Perluas Layanan Angkutan CPO di Sumatera Utara

Upaya tersebut juga sejalan dengan dorongan pemerintah dalam meningkatkan investasi sektor energi, khususnya pada subsektor hulu migas, demi memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ketahanan energi nasional bukan pilihan, tapi keharusan. PHE berdiri di garis depan untuk memastikan produksi migas tetap terjaga hari ini, sambil menyiapkan energi masa depan Indonesia,” kata Ruby.

Perolehan WK Lavender dilakukan melalui mekanisme penawaran langsung dalam Indonesia Petroleum Bidding Round (IPBR) Tahap 2 Tahun 2025.

Baca Juga: PIS dan PGN Bersinergi Siapkan Ekosistem Maritim Energi Rendah Karbon

Kontrak PSC yang digunakan mengadopsi skema Cost Recovery dengan masa berlaku selama 30 tahun. Dalam pengelolaannya, PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender ditunjuk sebagai operator dengan cakupan wilayah seluas 8.206,95 km².

Komitmen investasi awal yang disepakati dalam kontrak ini mencapai USD 2,8 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk kegiatan Studi Geologi dan Geofisika (G&G), pelaksanaan survei Seismik 2D sepanjang 100 km, serta akuisisi Seismik 3D dengan luas 200 km² dalam tiga tahun pertama masa eksplorasi.

Halaman:

Tags

Terkini