rilis-bumn

PLN Perkuat Green Mining, Pasok Listrik untuk Operasional Tambang

Selasa, 21 April 2026 | 12:00 WIB
Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan MoU Jakarta, Rabu (15/4).

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) memperkuat komitmen transformasi sektor pertambangan lewat kolaborasi strategis dengan sejumlah perusahaan batu bara.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dan MoU Integrated Business Solution untuk mendorong elektrifikasi operasional tambang.

Melalui PJBTL, PLN menggandeng beberapa perusahaan dengan kapasitas berbeda, antara lain PT Trubaindo Coal Mining (30 MVA), PT Sembada Makmur Sejahtera (55 MVA), PT Marga Bara Jaya (35 MVA), PT Maruwai Coal (71 MVA), PT Makmur Sejahtera Wisesa (106 MVA), dan PT Berau Coal (29 MVA).

Baca Juga: PELNI Beri Kejutan HUT ke-74: Paket Internet Kapal Lebih Hemat

Selain itu, kerja sama Integrated Business Solution dilakukan bersama sejumlah perusahaan, seperti PT Masmindo Dwi Area untuk pembangunan instalasi dan gardu pelanggan, PT Maruwai Coal untuk pembangunan instalasi milik pelanggan, serta PT Sembada Makmur Sejahtera untuk pekerjaan engineering design dan instalasi tegangan tinggi.

Kolaborasi ini menjadi langkah konkret PLN dalam mendorong penerapan green mining melalui pemanfaatan listrik yang lebih bersih, efisien, dan andal, sekaligus mendukung penggunaan alat berat berbasis listrik di sektor tambang.

Koordinator Konservasi dan Mineral Batu Bara Kementerian ESDM, Ari Hendrawanto, menyebut elektrifikasi alat berat menjadi kunci utama dalam menekan emisi di area tambang, sejalan dengan target nasional mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

Baca Juga: Hari Kartini 2026, DAMRI Apresiasi Pelanggan Perempuan dengan Diskon Tiket

"Strategi pengurangan emisi dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti pengurangan produksi, substitusi energi ke sumber lain seperti biomassa, serta peningkatan efisiensi dan elektrifikasi.

"Elektrifikasi alat berat menjadi salah satu solusi utama, mengingat konsumsi energi terbesar berada pada kegiatan pengangkutan dan pemindahan material," ujar Ari dalam Focus Group Disscusion Powering The Future of Green Mining di Jakarta, Rabu (15/4).

Ari menambahkan, transisi ini juga memberikan keuntungan finansial yang nyata bagi pelaku industri. Dengan perbandingan harga diesel dan tarif listrik saat ini, terdapat potensi penghematan biaya operasional hingga Rp2 miliar per tahun untuk setiap unit alat berat.

Baca Juga: Semangat Kartini: 15 Ucapan Spesial di Hari Kartini 2026

"Jika diterapkan secara luas, efisiensi yang dihasilkan akan sangat besar," imbuhnya.

Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Adi Priyanto menegaskan bahwa urgensi transisi energi bukan sekadar menjawab tantangan iklim, melainkan strategi memperkuat kemandirian energi nasional.

Halaman:

Tags

Terkini