Selain itu, proyek ini juga meliputi pemasangan pipa bawah laut berdiameter 14 inci sepanjang sekitar 2,5 km, serta pekerjaan subsea dengan tingkat kompleksitas dan risiko tinggi.
Secara keseluruhan, proyek ini akan mencakup pengeboran 11 sumur pengembangan.
Baca Juga: Pelaut Perempuan Pertamina Patra Niaga, Garda Depan Distribusi Energi Nasional
Di kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia, Sunaryanto, menekankan pentingnya proyek ini bagi ketahanan energi nasional.
“Proyek Pengembangan Manpatu ini bukan hanya tentang menambah produksi, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan energi dan memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan khususnya dari wilayah Kalimantan.
"Keberhasilan di proyek ini membuktikan bahwa kita mampu menghadapi tantangan industri melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang kuat,” ungkap Anto, sapaan akrab Sunaryanto.
Baca Juga: Diskon Besar Kartini Day, Ancol Tawarkan Paket Rekreasi Lengkap
Ia juga menegaskan bahwa keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahap proyek.
“Dengan capaian lebih dari dua juta jam kerja tanpa Kehilangan Jam Kerja Karena Kecelakaan atau Lost Time Incident (LTI) hingga Maret 2026, PHI melalui anak perusahaannya PHM berkomitmen untuk menjaga standar Health, Safety, Security, and Environment atau HSSE secara konsisten hingga seluruh rangkaian proyek selesai,” tegasnya.
Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan kesiapan perusahaan dalam mengeksekusi proyek secara aman, cepat, dan terintegrasi.
“Energi yang kita hasilkan hari ini adalah fondasi bagi masa depan bangsa. Melalui setiap langkah yang kita ambil, kita sedang menyalakan harapan Indonesia,” tutupnya.***