"Melalui pemberdayaan perempuan dan dukungan terhadap kelompok rentan, kami ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkontribusi,” ujar Eri.
Baca Juga: Jadwal KA Prameks Jogja–Kutoarjo 2026: Transportasi Praktis, Hemat, dan Bebas Macet
Sementara itu, Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, menyoroti pentingnya peran program perusahaan dalam menumbuhkan kepedulian bersama.
“Program Kakak Asuh dan Difabel in Action tidak hanya berfokus pada pengembangan anak-anak disabilitas, tetapi juga menumbuhkan empati dan kesadaran pekerja PIEP dan Masyarakat umumnya akan pentingnya inklusivitas.
"Kami percaya, penerimaan dan dukungan lingkungan adalah kunci bagi mereka untuk berkembang,” jelas Dhaneswari.
Baca Juga: Ragam Roti Tradisional Italia, Salah Satu yang Populer Foccacio
Melalui program Kakak Asuh dan Difabel in Action, para pekerja PIEP turut berperan sebagai pendamping bagi anak-anak disabilitas.
Mereka diajak untuk belajar, bermain, serta berekspresi melalui seni dan budaya.
Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas, sekaligus membuktikan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar apabila diberikan ruang dan dukungan yang tepat.***