Jennifer Holmgren menambahkan bahwa LanzaTech memiliki teknologi fermentasi berbasis mikroba yang mampu mengonversi berbagai sumber karbon menjadi produk bernilai tinggi, termasuk etanol.
Baca Juga: Beton Cepat Kering Jadi Solusi Baru, SIG Tawarkan Cara Efisien Kurangi Dampak Kemacetan
Dengan pengalaman global dan fasilitas komersial yang telah beroperasi di berbagai negara, serta teknologi yang bersifat modular dan dapat dikembangkan dalam skala besar, LanzaTech memiliki fleksibilitas untuk diimplementasikan dan diintegrasikan dengan infrastruktur eksisting, termasuk kilang dan sistem pengelolaan sampah kota.
Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong pengembangan model ekonomi sirkuler yang terintegrasi, meningkatkan pasokan energi domestik, serta membuka peluang investasi di sektor energi bersih berbasis teknologi.
Inisiatif ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi energi yang tidak hanya bertumpu pada sumber daya, tetapi juga inovasi dan teknologi, dengan potensi pengembangan di berbagai kota besar di Indonesia.***