rilis-bumn

Telkom Percepat Transformasi Bisnis, TSR Capai 35,7 Persen pada 2025

Selasa, 12 Mei 2026 | 11:45 WIB
Telkom mencatat TSR 35,7 persen sepanjang 2025 didukung strategi transformasi TLKM 30 dan penguatan bisnis digital nasional. (Dok. Telkom)

Perubahan tersebut mencakup penyesuaian dalam penentuan satuan masa manfaat dan klasifikasi aset sehingga berdampak pada peningkatan beban percepatan depresiasi. Kondisi ini membuat laba bersih perseroan mengalami kontraksi sebesar 9,5 persen secara tahunan.

Baca Juga: Jangan Asal Deal! Ini Hal yang Wajib Dicek pada Instalasi Listrik Sebelum Sewa atau Beli Rumah

Sejalan dengan penerapan kebijakan baru tersebut, Telkom turut melakukan restatement terhadap laporan keuangan tahun 2023 dan 2024.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat praktik tata kelola yang lebih transparan, disiplin pengelolaan aset, dan prinsip kehati-hatian sesuai implementasi pilar Operational and Service Excellence.

Di segmen B2C yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel masih menjadi salah satu kontributor terbesar pendapatan perusahaan. Sepanjang 2025, Telkomsel mencatat pendapatan konsolidasian sebesar Rp109,2 triliun.

Baca Juga: PT SUCOFINDO Buka Lowongan Magang di Divisi Human Capital, Mahasiswa Psikologi Wajib Simak!

Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital berkualitas turut mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 15 persen secara tahunan.

Average Revenue Per User (ARPU) juga mulai menunjukkan pemulihan positif sejak paruh kedua 2025. Kondisi tersebut mencerminkan pasar yang semakin stabil dan diperkirakan terus membaik seiring kompetisi industri yang lebih sehat.

Pada 2026, Telkomsel akan tetap fokus menjaga ARPU melalui strategi penyesuaian harga yang lebih tepat sasaran serta menjaga kualitas jaringan agar tingkat perpindahan pelanggan dapat ditekan.

Baca Juga: Bikin Makin Gerah, Hindari 5 Jenis Pakaian Ini Saat Cuaca Panas

Perseroan juga terus memperkuat ekosistem digital agar layanan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, ekspansi internet rumah dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan efektivitas pemanfaatan modal.

Di segmen B2B Infrastructure, TelkomGroup terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital nasional melalui jaringan backbone serat optik sepanjang lebih dari 210 ribu kilometer, menara telekomunikasi yang tersebar di berbagai wilayah, layanan data center dan cloud, hingga konektivitas satelit untuk menjangkau daerah blank spot dan wilayah geografis yang menantang.

Segmen ini mencatat pendapatan sebesar Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh perkembangan bisnis data center serta ekspansi bisnis fiber yang terus dilakukan perusahaan.

Baca Juga: Bersama PT TIMAH, Warisan Budaya Mapur di Bangka Tetap Hidup di Tengah Modernisasi

Pendapatan data center berasal dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga enterprise data center di Serpong, Surabaya, dan Sentul, serta dua co-location data center di Singapura yang seluruhnya dikelola oleh NeutraDC.

Halaman:

Tags

Terkini