rilis-bumn

Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika Global, Pendapatan PLN Capai Rp582,68 Triliun

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:30 WIB
Petugas PLN melakukan pemasangan jaringan listrik tegangan rendah program Listrik Desa di Desa Hingan Tokung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Selatan.

Sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), meningkat 3,75% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh.

Baca Juga: PLN EPI Kerja Sama dengan Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

Sementara dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82% dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.

Tampilan Gedung PLN Kantor Pusat di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sepanjang 2025, PLN mencatatkan pendapatan sebesar Rp582,68 triliun, meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan pada 2025.

Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp2,24 triliun, meningkat 28,4% dibandingkan tahun 2024.

Baca Juga: Langkah Nyata ITDC Nusantara Utilitas dalam Menjaga Kelestarian Pesisir

Peningkatan penyambungan pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik.

Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.

“Ketersediaan akses listrik sampai pelosok menjadi bagian penting dalam mendukung pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Bahas Masa Depan Energi, Sokoguru Policy Forum Soroti Ketahanan dan Transisi Nasional

"Pemerintah bersama PLN terus memastikan masyarakat dapat memperoleh akses listrik, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam kegelapan,” tambah Darmawan.

Darmawan menambahkan, dengan capaian tersebut, kinerja keuangan Perseroan tetap terjaga solid dengan total laba bersih Rp7,26 triliun di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap kurs.

“Di tengah tekanan kondisi global, PLN tetap mampu membukukan laba bersih sebesar Rp7,26 triliun. Capaian tersebut diraih meskipun Perseroan menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global,” imbuh Darmawan.

Baca Juga: Garuda Indonesia dan Klook Hadirkan “Garuda Things To Do”, Perjalanan Kini Lebih Praktis

Halaman:

Tags

Terkini