Kabar BUMN - The Mandalika kembali menjadi lokasi pelaksanaan program sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melakukan renovasi fasilitas sanitasi di SDN 2 Kuta, Lombok.
Program tersebut turut dibarengi dengan edukasi kebersihan bagi para siswa guna membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Baca Juga: Ragam Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Yogyakarta, Rata-rata Sulit Ditemukan di Daerah Lain
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang dijalankan perusahaan.
Melalui langkah ini, ITDC berupaya memperkuat kesehatan lingkungan di kawasan sekitar The Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi masyarakat serta generasi muda di desa penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menyampaikan bahwa program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen perusahaan untuk terus terlibat aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata The Mandalika.
Baca Juga: Tetap Tumbuh di Tengah Dinamika Global, Pendapatan PLN Capai Rp582,68 Triliun
Menurutnya, pembangunan destinasi wisata perlu berjalan berdampingan dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekitar.
“Pengembangan kawasan KEK Mandalika harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di desa penyangga."
"Melalui renovasi fasilitas sanitasi dan edukasi kebersihan ini, kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat dan nyaman, sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat bagi siswa sejak usia dini,” ujar Troy.
Baca Juga: SIG Gandeng BRIN Demi Pengembangan Produk Berkelanjutan
Renovasi toilet sekolah berlangsung pada 6 hingga 24 April 2026 dengan tujuan meningkatkan kualitas sanitasi bagi siswa maupun tenaga pendidik di SDN 2 Kuta.
Sebelumnya, fasilitas toilet sekolah dinilai kurang memadai akibat kerusakan di sejumlah bagian serta sistem saluran air yang tidak berjalan optimal.