Sementara itu, di sektor penerbangan, Pertamina melalui Pelita Air turut mendukung penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Baca Juga: Suplemen Makanan dan Vitamin yang Perlu Dikonsumsi Selama Traveling
Bahan bakar ramah lingkungan tersebut memanfaatkan bahan baku used cooking oil atau minyak jelantah sebagai solusi konkret untuk mengurangi emisi karbon di industri aviasi global.
Sejalan dengan hal itu, Acting Rector Universitas Pertamina, Djoko Triyono, menegaskan bahwa transisi energi membutuhkan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan agar mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
“Transisi energi tidak dapat dijalankan sendiri oleh industri maupun pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi erat antara akademisi, industri, pemerintah, dan masyarakat untuk menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
Baca Juga: Magang 4 Bulan di Kimia Farma! Kesempatan Belajar Pengembangan SDM dan Organisasi
"Universitas Pertamina berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan riset, inovasi, pengembangan SDM, dan aksi nyata guna mendukung terciptanya ekosistem energi berkelanjutan di Indonesia,” ujar Djoko.
Guru Besar dari University of Southern California (USC) Sol Price, Prof. Marlon Boarnet, yang hadir sebagai pembicara utama, menyampaikan bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase awal transformasi mobilitas hijau.
Menurut Prof. Marlon, komoditas seperti biofuel dan drop-in fuels memiliki peran penting sebagai jembatan dalam masa transisi energi.
Baca Juga: KAI Group Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Terintegrasi di Stasiun Gambir
Sementara untuk sektor yang lebih sulit didekarbonisasi seperti pelayaran laut, diperlukan solusi energi berdensitas tinggi seperti green ammonia.
Ia juga mengingatkan bahwa transisi energi kini bukan lagi sekadar persoalan kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sudah menjadi transformasi industri global yang harus dihadapi melalui kolaborasi erat.
Merespons dinamika global tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus mempertajam scenario planning dan strategi transformasi bisnis perusahaan.
Agung menutup paparannya dengan menegaskan bahwa seluruh proses transformasi akan dijalankan secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi masa depan.***