rilis-bumn

Dari Ketakutan Menjadi Harapan, Warga Balai Raja Belajar Hidup Berdampingan dengan Gajah Sumatera

Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:30 WIB
Warga Balai Raja di Bengkalis mulai hidup berdampingan dengan Gajah Sumatera lewat agroforestri ramah satwa dan pelestarian koridor habitat. (Dok. PHR)

Kabar BUMN – Fajar mulai menyingsing di kawasan Balai Raja, Kabupaten Bengkalis, tetapi rasa cemas sempat menjadi bagian dari keseharian Jhon Hendrik Purba.

Setiap suara ranting patah hingga hentakan berat dari balik hutan kerap membuat dirinya waspada.

Bagi warga sekitar, suara tersebut menjadi penanda kehadiran Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), satwa khas bentang alam Riau yang masih melintas di wilayah itu.

Baca Juga: PLN Update Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatra, Petugas Siaga 24 Jam

Bagi Jhon dan para petani yang tinggal di sekitar Koridor Balai Raja, keberadaan satwa berbadan besar tersebut pernah menjadi sumber kekhawatiran.

Tanaman yang ditanam dengan kerja keras sering kali rusak hanya dalam waktu semalam akibat tumpang tindih ruang hidup antara manusia dan satwa liar.

Selama bertahun-tahun, kebutuhan ekonomi masyarakat dan perlindungan terhadap spesies terancam punah ini kerap berada dalam situasi penuh ketegangan, dibayangi rasa takut serta kebuntuan.

Baca Juga: Air Terjun Singokromo Nganjuk, Tempat Ngadem Sempurna Saat Cuaca Sedang Panas-panasnya

Namun demikian, Jhon memilih untuk tidak menyerah pada keadaan. Momentum Hari Keanekaragaman Hayati Dunia yang diperingati pada 22 Mei 2026 menjadi gambaran bahwa kehidupan harmonis antara manusia dan gajah ternyata bukan sesuatu yang mustahil diwujudkan di Balai Raja.

Sebagai Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam Pusaka Jaya, Jhon Hendrik Purba berupaya mencari jalan keluar dari konflik berkepanjangan.

Melalui program penguatan ruang koeksistensi manusia dan gajah yang diinisiasi oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), ia bersama anggota kelompok tani mulai mengubah cara pandang dalam mengelola lahan serta memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Baca Juga: Lowongan Kerja Mei 2026, PT Nindya Karya Cari Profesional untuk Posisi Strategis di Bandung dan Jakarta

"Sekarang kami mulai belajar bahwa menjaga koridor gajah bukan berarti masyarakat tidak bisa berkembang."

"Justru kalau alamnya tetap terjaga, kami juga punya peluang untuk terus hidup dan mencari penghasilan di sini bersama-sama," tutur Jhon dengan mata berbinar, merefleksikan perubahan besar di jiwanya.

Halaman:

Tags

Terkini