Chief Executive Officer (CEO) Hukumonline, Arkka Dhiratara, mengatakan dunia saat ini berada dalam fase ketidakpastian tinggi. Ketegangan geopolitik, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi global, tekanan harga komoditas, hingga percepatan transformasi digital dan artificial intelligence (AI) telah mengubah cara bisnis beroperasi dan mengambil keputusan.
Baca Juga: Hari Ini Saja! Tiket AKAP DAMRI Diskon 20 Persen, Cocok untuk Liburan Long Weekend
Indonesia masih menghadapi tantangan besar terkait hambatan regulasi, perizinan, dan integrasi tata kelola yang membutuhkan penguatan berkelanjutan.
Karena itu, Arkka menilai fungsi legal dan compliance kini tidak lagi berada di belakang layar, melainkan telah bertransformasi menjadi strategic enabler bagi bisnis. Dengan perannya lebih dari sekedar memastikan kepatuhan terhadap kebijakan yang ada, tapi membantu perusahaan bergerak lebih cepat.
IRCA 2026 diikuti oleh 131 perusahaan dari 23 sektor industri yang telah melalui proses pengumpulan dan penilaian data survei sejak Januari hingga Februari 2026.
Baca Juga: 4 Gunung di Jawa Tengah yang Tidak Terlalu Tinggi, Waktu Tempuh Tidak Lebih dari 4 Jam
Penjurian dilakukan oleh dewan juri independen yang terdiri dari advokat senior, pakar tata kelola perusahaan, hingga mantan pimpinan KPK guna memastikan objektivitas dan kredibilitas proses penilaian.
Penilaian IRCA 2026 dilakukan melalui metode self-assessment dengan pendekatan terstruktur yang mencakup evaluasi dan monitoring kepatuhan, efektivitas sosialisasi regulasi di internal perusahaan, pemanfaatan inovasi dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga implementasi manajemen risiko dan tata kelola perusahaan secara menyeluruh.
Penghargaan ini menjadi refleksi atas komitmen PT Hotel Indonesia Natour dalam membangun praktik bisnis yang bertanggung jawab, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem usaha nasional yang sehat, berintegritas, dan kompetitif di tingkat global.***