Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan teknis, tetapi juga hasil dari budaya kerja yang mengedepankan inovasi, kolaborasi, dan komitmen terhadap keselamatan kerja.
Selama pelaksanaan pengeboran sumur TLJ-A38, Rig PDSI#05.2/OW760-M berhasil mencatatkan 35 hari kerja operasi dengan melibatkan 126 personel kru dan pendukung operasi, serta membukukan 51.036 jam kerja aman (safe manhours) dengan tanpa insiden seringan apapun (Zero Accident).
Sumur juga dapat diselesaikan dengan Zero NPT.
Capaian tersebut mempertegas komitmen Pertamina Drilling dalam menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara konsisten di seluruh lini operasi.
Baca Juga: WIKA Beton Dukung Percepatan Proyek Sekolah Rakyat, Suplai Beton Pracetak Rp75,9 Miliar
Keberhasilan proyek ini juga ditandai dengan pencapaian Zero Fatality, yang menjadi indikator penting keberhasilan operasional sekaligus keselamatan kerja.
Sementara itu, VP Rig Services Operation Pertamina Drilling, Komedi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kru Rig PDSI#05.2/OW760-M dan tim operasi yang telah menjaga kinerja optimal sepanjang proses pengeboran hingga uji produksi.
“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan yang tetap menjaga standar keselamatan, operational excellence, dan disiplin tinggi selama proses pengeboran hingga uji produksi.
Baca Juga: Kebanyakan Makan Daging Kurban Bikin Sembelit? Ini 6 Tips Ampuh untuk Mengatasinya
"Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan performa rig dan mendukung target produksi nasional,” ujar Komedi.
Keberhasilan pengeboran sumur TLJ-A38 menjadi salah satu success story Pertamina Drilling dalam mendukung ketahanan energi nasional. Melalui kombinasi kapabilitas kru, penerapan teknologi, budaya keselamatan, dan kolaborasi yang kuat.
Pertamina Drilling terus berperan aktif dalam meningkatkan produksi migas nasional sekaligus menjaga keandalan operasi pengeboran di berbagai wilayah kerja Indonesia.***