Partisipasi dalam Kegiatan KLHK dan BRGM, Pertamina Hulu Rokan Tanam Pohon Sagu di Lahan Gambut di Pulau Terluar Indonesia

Photo Author
Lucy SL, Kabar BUMN
- Jumat, 16 Februari 2024 | 11:30 WIB
Bersama dengan KLHK RI dan BRGM, PHR turut aksi penanaman pohon sagu dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia di Pulau Pedang, Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (07/02/2024). (DOK. PHR)
Bersama dengan KLHK RI dan BRGM, PHR turut aksi penanaman pohon sagu dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia di Pulau Pedang, Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (07/02/2024). (DOK. PHR)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan Regional Sumatera Subholding Upstream Pertamina, melaksanakan aksi penanaman pohon di Pulau Pedang, Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Rabu (7/2/2024).

Pulau Pedang merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berada di Provinsi Riau dan berbatasan dengan Selat Malaka. Lokasi ini merupakan gugusan pulau yang terletak di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Penanaman pohon ini bagian dari kontribusi PHR dalam program pemulihan ekosistem gambut dan pelestarian lingkungan.

Baca Juga: Jelang Hari Pencoblosan Pemilu 2024, PHR Pastikan Produksi Tetap Terjaga Saat Pekerja Salurkan Hak Pilih

Kegiatan dilakukan bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia.

Corporate Secretary PHR WK Rokan, Rudi Ariffianto mengungkapkan bahwa selain berfokus pada operasi dalam mendukung ketahanan energi, PHR juga terus berikhtiar dalam menjaga lingkungan.

“Penanaman pohon bersama KLHK ini merupakan salah satu upaya PHR untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Semoga alam tetap lestari, saat ini dan hingga nanti,” katanya.

Baca Juga: Riau Dilanda Banjir, Ini Bantuan yang PHR Salurkan Bagi Warga yang Terdampak untuk Dukung Kebutuhan Sehari-hari

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK Rosa Vivien Ratnawati hadir dalam aksi penanaman pohon mewakili Menteri KLHK.

Rosa menjelaskan, program penanaman pohon ini dilaksanakan serentak seluruh Indonesia dalam rangka Hari Lahan Basah Sedunia.

“Kegiatan yang kita laksanakan ini merupakan upaya konkret dan strategis dalam penanganan triple planetary crisis: perubahan iklim, polusi, dan ancaman kehati,” tutur Vivien.

Baca Juga: Upaya Tingkatkan Produksi, Pertamina Hulu Rokan Buru Cadangan Minyak di Sumur Mibasa dan Pinang East

Dijelaskannya, pohon memiliki manfaat multiguna bagi makhluk hidup dan alam. Sebagai garda terdepan perlindungan ekosistem, KLHK terus berkomitmen dalam mengurangi emisi dan menjaga ekosistem tetap lestari.

Sementara itu, Kepala BRGM Hartono menyatakan bahwa lahan basah, termasuk gambut dan mangrove, memiliki manfaat yang sangat besar, sehingga perlu dikelola secara bijak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lucy SL

Tags

Artikel Terkait

Terkini