Dalam proyek ini, Petrokimia Gresik juga memanfaatkan teknologi drone yang dilengkapi dengan IoT untuk mengaplikasikan pupuk nano dan mengambil data geo-spasial, soil test kit untuk mengukur unsur hara tanah, drone dengan teknologi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) yang dapat merekam indeks vegetasi tanaman melalui citra satelit kanal infra merah dan kanal merah. Data yang terekam menunjukkan tingkat konsentrasi klorofil daun.
Baca Juga: Tiba di Amerika Serikat, Inter Miami Segera Perkenalkan Lionel Messi ke Publik
"Teknologi ini memungkinkan petani mendapatkan rekomendasi dosis pemupukan yang tepat sehingga pemupukan dapat dilakukan dengan presisi. Selain itu, petani juga mendapatkan informasi terkait luas lahan dan bagaimana database tanah di lahannya," tandas Dwi Satriyo.
Program ini telah dilakukan piloting di Perkebunan Teh Pagilaran, Batang, Jawa Tengah pada tanggal 4 April 2023. Dalam uji coba tersebut, diperoleh peningkatan produktivitas sekitar 75%.
"Kami mampu mengumpulkan database pertanian, termasuk ukuran luas area, nutrisi tanah, dan status kesehatan tanaman yang akurat. Database ini akan menjadi big data yang sangat berharga untuk merumuskan kebijakan pertanian di Indonesia," tutupnya.***
Artikel Terkait
Dukung Subtitusi Petrokimia Impor, PGN Suplai Gas 10,5 BBTUD ke Lotte Chemical Indonesia
Penguatan Industri Petrokimia Domestik, Pertamina Resmikan Pengapalan Perdana dan Suplai Produk Orthoxylene
Jadi Bagian dari Sejarah, 2 Atlet Binaan Petrokimia Gresik Antarkan Timnas Voli Putri Indonesia Runner-up AVC
Youth Action By BESTRO, Aksi Sosial Petrokimia Gresik Guna Menggali Potensi Generasi Muda Indonesia
Hewan Kurban Senilai Rp947 Juta Telah Disalurkan Petrokimia Gresik kepada Masyarakat Sekitar Perusahaan