"Besar harapan Pertamax Green 95 juga akan membawa dampak multiplier effect, bagi perekonomian Indonesia dan menjadi peluang penetrasi pasar global. bagi produk BUMN," kata Nicke.
"Tidak lupa kami ucapkan terimakasih bagi Kementerian ESDM dan Kementerian BUMN, serta masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat yang telah mengembangkan produk inovasi anak bangsa," imbuhnya.
Baca Juga: Saksikan Drama Korea 'The Real Has Come' Melalui Link Berikut
Saat ini Pertamina Patra Niaga, memproyeksikan demand Pertamax Green 95 di Pulau Jawa saja bisa mencapai lebih dari 90 ribu Kilo Liter (KL) per tahun.
Untuk kebutuhan ethanol proyeksi ini adalah sebesar 4.800 hingga 5 ribu KL per tahunnya.
"Demi memenuhi proyeksi demand, saat ini Pertamina Patra Niaga bekerjasama dengan PT Energi Agro Nusantara atau Enero, anak usaha dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X," ungkap Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan.
Riva menjelaskan bahwa untuk tahapan kali ini, Pertamax Green 95 sudah memiliki izin niaga dan dijual dimulai di 10 SPBU di Surabaya serta 5 SPBU di Jakarta dengan harga yang bersaing dengan bahan bakar bensin RON 95.
Berikut daftar SPBU yang sudah menjual Pertamax Green 95:
Surabaya
SPBU Jemursari
SPBU Soetomo
SPBU Mulyosari
SPBU Merr
SPBU Ketintang
SPBU Karang Asem
Artikel Terkait
Info Loker BUMN Khusus Tenaga Medis, PTPN VII Membutuhkan Dokter hingga Apoteker, Simak Syaratnya
Pecahkan Rekor, Greta Grewig Ukir Sejarah Lewat Film Barbie
Kisah Bahana & Patners, Sukses Jadi Start Up Berkat Program Binaan dari Pertamina