Kabar BUMN - Permintaan investor terhadap surat utang negara atau Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI023 melalui PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meningkat.
Pemerintah yang awalnya menetapkan target sebesar Rp20 triliun, kemudian naik menjadi Rp25 triliun, dan terakhir naik menjadi Rp28,9 triliun.
Tercatat realisasi penjualan ORI023 mencapai angka Rp2,07 triliun atau meningkat 2 kali lipat dari ORI sebelumnya (ORI022 Rp1,01 Triliun).
Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani menjelaskan penjualan yang paling diminati adalah tenor 3 tahun (ORI023 – T3) yakni sebesar Rp1,51 triliun.
Baca Juga: Berhasil Tangkap Pengoplos LPG Bersubsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi Kinerja Kepolisian
Angka ini lebih banyak dibanding penjualan tenor 6 tahun (ORI023 – T6) di angka Rp556 miliar.
"Alasannya karena untuk jangka waktunya masih terbilang tidak terlalu panjang, dengan kupon yang masih cukup menarik di atas rata-rata suku bunga deposito perbankan," tutur Handayani.
"Tingginya minat investor membeli ORI023 disebabkan faktor keamanan dan tingkat kupon yang menarik yaitu 5,90% untuk tenor 3 tahun dan 6,10 persen untuk tenor 6 tahun."
Baca Juga: Camilan yang Cocok Dibawa Untuk Perjalanan Panjang Dalam Kereta Api
"Selain itu, tarif Pph final ORI023 relatif rendah yaitu sebesar 10 persen," lanjutnya.
Handayani mengatakan berdasarkan demografi, investor pembeli terbanyak di BRI berasal dari generasi Gen X sebesar 45 persen generasi Baby Boomers sebesar 31 persen, generasi Y sebesar 20 persen dan generasi Z sebanyak 4 persen.
Mayoritas investor merupakan wiraswasta dan berasal dari wilayah Jabodetabek (40 persen) dan wilayah Pulau Jawa (31 persen).
Tak hanya itu, dalam upaya mengoptimalkan penjualan ORI023 BRI berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) menyelenggarakan sales activity berupa talkshow "Wealth Tea Time".
Artikel Terkait
Suplemen dan Vitamin Wajib Bagi Orang Berumur 40an
Pertamina Hulu Energi Resmi Teken Kontrak Kerja Sama Pengelolaan Wilayah Kerja Bunga
Kementerian BUMN Resmi Angkat Rahmad Pribadi Jadi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia