Hadirkan Unlock Value Creation, AP II Terapkan Program Asset Recycling di Lima Bandara

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Sabtu, 5 Agustus 2023 | 20:00 WIB
Strategi Asset Recycling PT Angkasa Pura II di 5 bandara. (angkasapura2.co.id)
Strategi Asset Recycling PT Angkasa Pura II di 5 bandara. (angkasapura2.co.id)

Kabar BUMN - Dalam "Conference on Strategic Projects (PSN): Sustainable Infrastructure Towards Indonesia Emas 2045" bertema ‘How The Private Sector can Unlock Value Creation on Existing Infrastructure, President Director AP II Muhammad Awaluddin mengungkapkan strategi yang dijalankan PT Angkasa Pura II atau AP II.

AP II menjalankan program asset recycling untuk menghadirkan nilai tambah atau unlock value creation di bandara-bandara yang dikelola oleh perseroan, dilansir Kabarbumn.com dari angkasapura2.co.id.

Adapun konferensi tersebut diadakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), serta bekerjasama dengan antara lain Tony Blair Institute.

Baca Juga: Arahan Langsung dari Kementerian BUMN, IFG Umumkan Perubahan di Jajaran Dewan Direksi Askrindo

Konferensi yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Juli 2023 tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sewindu Proyek Strategis Nasional pada April hingga Oktober 2023.

Turut hadir juga dalam acara termasuk Chief Risk Officer of Indonesia Investment Authority Marita Alisjahbana, Country Director Tony Blair Institute Shuhaela Haqim, Representative of GMR Infrastructure Limited Vivek Singhal, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Kemaritiman dan Investasi Rachmat Kaimuddin, serta Prof. Dr. Techn. Ir. Danang Parikesit, M.Sc., IPU., ASEAN.ENG.

Dalam konferensi itu, Muhammad Awaluddin mengatakan bahwa program asset recycling dijalankan pada aset greenfield dan brownfield.

Baca Juga: Ciptakan Produk dan Layanan Berkelanjutan di Bidang Riset dan Inovasi, SIG Gandeng BRIN

Aset greenfield adalah aset yang belum memiliki alat produksi, misalnya tanah atau lahan kosong yang ada di kawasan bandara.

Sementara aset brownfield adalah aset yang sudah memiliki alat produksi, seperti gedung terminal penumpang pesawat di bandara.

“Asset Recycling yang dijalankan AP II adalah memanfaatkan aset eksisting untuk membangun aset baru guna mengoptimalisasi kinerja bandara, memperkuat konektivitas penerbangan dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis,” ujar Muhammad Awaluddin.

Baca Juga: 5 Tradisi Unik di Berbagai Daerah Indonesia dalam Merayakan 17 Agustus

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menuturkan saat ini ada 5 bandara AP II yang memiliki potensi untuk diterapkan program asset recycling yaitu:

1. Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang);

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: angkasapura2.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini