2. Asset recycling pada brownfield asset dilakukan juga untuk mendukung pendanaan dalam mengembangkan atau membangun aset baru;
3. Asset recycling pada brownfield asset, semisal terminal penumpang, pada tahap awal harus diprioritaskan untuk menambah kapasitas;
Baca Juga: Semangat Go Global: Pertamina Raih 3 Penghargaan SDG Innovation Accelerator For Young Professionals
4. Asset recycling dengan kemitraan strategis di bandara harus ditetapkan apakah di aset tertentu atau secara keseluruhan; dan
5. Sebelum program asset recycling dijalankan, harus ada informasi jelas dari stakeholder khususnya yang akan bersinggungan langsung. Misalnya informasi terkait konektivitas transportasi darat dan pembangunan wilayah sekitar bandara.
Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menambahkan bahwa skema kemitraan strategis ini juga memastikan seluruh aset tetap berada di bawah kuasa AP II.
Baca Juga: Bagus untuk Penderita Diabetes, Ini 9 Protein yang Bisa Menurunkan Kadar Gula Darah
“Kemitraan strategis antara AP II dan mitra strategis ini mendatangkan manfaat seperti struktur permodalan, keahlian, jaringan penerbangan dan sebagainya, dengan tetap aset 100% milik AP II,” ujar Muhammad Awaluddin.
Adapun kemitraan strategis juga sudah dijalankan AP II bersama dengan mitra di Bandara Kualanamu. Strategi ini menghadirkan nilai tambah bandara AP II dalam memperkuat konektivitas udara.***
Artikel Terkait
Tertinggi Sejak 3 Tahun Pandemi, Penumpang Pesawat di Bandara AP II Tembus 7,14 Juta pada Bulan Mei 2023
Bandara AP II Terapkan Ketentuan di Dalam Surat Edaran Kemenhub Nomor 16/2023
Miliki Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terbaik, Bandara AP II Raih Penghargaan K3 Awards 2023
Lampaui Target, Penggunaan Waktu Slot Penerbangan di Bandara AP II Capai 87 Persen pada Kuartal III/2023
Siapkan Lima Bandara, AP II Layani Kepulangan 29 Ribu Lebih Jemaah Haji ke Indonesia