"Sedang kami kaji dari sisi kelayakan atau tipe lahannya dan juga bagaimana penerimaan masyarakatnya," sambungnya.
Baca Juga: Surga Wisata Malam, Ini 5 Tempat yang Wajib Dikunjugi saat Liburan di Yogyakarta
Lebih lanjut, Aris memastikan pengembangan ini tidak menggunakan lahan produktif milik warga sekitar.
Rencananya pola kerjasama yang dipakai PLN EPI dengan Kraton Yogyakarta seperti di Gunung Kidul akan dicoba dilakukan juga di daerah lain.
"Kita tidak akan menggeser lahan produktif masyarakat, justru kita memanfaatkan lahan kritis atau lahan tidak produktif untuk bisa dikembangkan menjadi hutan energi," ujarnya.
Hingga tahun 2025 mendatang PLN Grup mentargetkan 52 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan menggunakan teknologi co-firing ini.
Oleh karena itu, PLN EPI pada tahun 2050 mendatang diprediksi akan membutuhkan biomassa hingga 10 juta ton.
Artikel Terkait
Ambil HP, Login pip.kemdikbud.go.id Untuk Cek Apakah Dana PIP Kemdikbud 2023 Sudah Bisa Diambil
Polusi Udara di Jakarta Meningkat, IHC Bagi-bagi Tips Menjaga Kesehatan
Raih 4 Sertifikasi ISO, Pelindo Multi Terminal Komitmen Terus Tingkatkan Kualitas Layanan