PAHALA sendiri berarti memastikan bahwa investasi selalu memperhitungkan tingkat risiko (Aman), memastikan investasi menghasilkan yield/return yang optimal (Hasil), memastikan instrumen yang digunakan tepat melalui analisis (Andal), memastikan instrumen investasi mudah dicairkan (Likuid), dan memastikan pengalokasian aset-aset investasi dengan memperhatikan kondisi pasar terkini (Antisipatif).
Atas strategi investasi tersebut maka per Juni 2023, dana kelolaan TASPEN lebih banyak dialokasikan pada instrumen Obligasi Pemerintah sebesar 60%, 16% dialokasikan pada Deposito, 9% Obligasi Korporasi, 7% Reksadana, 4% Saham, 2% Surat Utang Jangka Menengah, dan 2% instrumen lainnya, seperti investasi langsung, entitas asosiasi, properti, dan efek beragun aset.
“TASPEN berkomitmen untuk selalu amanah dalam mengelola dana peserta dan pensiunan ASN dengan meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada peserta dan seluruh pemangku kepentingan,” tambah Kosasih.
Dengan pengalaman yang sudah terbukti dalam memberikan pelayanan bagi ASN selama 60 tahun sebagai BUMN yang profesional, TASPEN terus melakukan pembenahan dan mendekatkan diri dengan peserta melalui 57 kantor cabang, 45 Mitra Bayar dan lebih dari 17.000 titik layanan fisik serta lebih dari 3.000.000 titik layanan digital.***
Artikel Terkait
Gaji ke-13 Bagi Pensiunan Segera Cair, Taspen Bakal Lakukan Penyaluran Bulan Juni 2023
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan Heksa Solution Insurance, Hadirkan Layanan Bancasurrance
TASPEN Gelar Program 'Srikandi Goes to Campus' untuk Mengembangkan Kompetensi Karyawan Perempuan
Bersama Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, TASPEN Bagikan Paket Bantuan Sosial Untuk ASN di Kalimantan Timur
Berkat Komitmen GCG, TASPEN Raih Hasil Investasi Lebih Tinggi 20 Persen dari Rata-Rata Industri