Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata yang terkenal di Indonesia.
Baca Juga: Pelindo Jasa Maritim Grup Pasca Dua Tahun Merger, Lakukan Pemurnian Bisnis Anak Perusahaan
Memiliki luas 112 hektar, Desa Penglipuran tidak sekadar memiliki alam yang indah, tapi juga budaya Bali yang kuat.
Komitmen masyarakat setempat dalam mempertahankan budayanya menjadi salah satu daya tarik utama di Desa Penglipuran.
Rumah-rumah di Desa Penglipuran memiliki bentuk serupa yang tertata dengan rapi dan teratur.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Terima Surat Keputusan Peningkatan Kemampuan Terminal Martapura Baru
Setiap gerbang rumah juga dihiasi angkul-angkul (pintu gerbang khas Bali) yang menciptakan pemandangan memikat.
Baru-baru ini, Desa Penglipuran turut mengenalkan spot baru berupa hutan bambu yang disulap jadi tempat wisata menawan.
Hutan bambu yang semula merupakan kebun warga kini ditata dengan cantik dan asri.
Baca Juga: Rekor Muri Warnai Puncak Kegiatan Hari Pelindo
Spot baru ini pun berpotensi untuk menjadi peluang ekowisata berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem bambu di Desa Penglipuran.***
Artikel Terkait
Pelindo Jasa Maritim Grup Pasca Dua Tahun Merger, Lakukan Pemurnian Bisnis Anak Perusahaan
Dua Tahun Paska Merger, Komitmen Transformasi Pelindo Ciptakan Banyak Peningkatan
Berperan Membantu Menata Lingkungan di Sekitar Pelabuhan, Pelindo Tuai Apresiasi
Tumbuh Positif, Pelindo Catatkan 125 Juta Ton Arus Barang di Triwulan III 2023
Kolaborasi Subholding Pelindo (SPSL) Bangun Kompetensi Anak Muda di Sekitar Wilayah Kerja