Baca Juga: Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa, Sirkandi BUMN Pos Indonesia Gelar Acara Goes to Campus
Pada Desember 1947, saat keduanya dalam perjalanan pulang dari Bangkok, pesawat yang mereka tumpangi terjebak di kawasan Tanjung Hantu, Malaysia.
Pesawat tersebut akhirnya jatuh di pantai dan keduanya gugur.
Atas jasa-jasanya terhadap negara, nama Abdulrachman Saleh, Adisutjipto, dan Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai nama bandara TNI AU.
Baca Juga: Dukung Ketersediaan Logistik Pemilu, Pos Indonesia akan Siapkan War Room Khusus
Sementara nama Iswahjudi diabadikan sebagai nama jalan yang menghubungkan Kabupaten Magetan dan Kabupaten Madiun yang sebelumnya dikenal dengan Jalan Raya Madiun-Solo.
“Keempat pahlawan ini merupakan perintis berdirinya TNI AU dan merupakan generasi awal pasukan Indonesia di matra udara,” ungkap Haris Direktur Bisnis Jasa Keuangan yang membawahi bisnis filateli, seperti dikutip KabarBUMN.com dari posindonesia.co.id, Minggu (12/11/2023).
Sebagai informasi, setiap keping prangko memiliki kopur 3500 rupiah.
Satu set Fullsheet terdiri dari 16 keping prangko dan bisa dibeli dengan harga Rp56.000.
Sedangkan satu set prangko SHP terdiri dari 4 keping prangko dibanderol seharga Rp26.000.
Prangko seri Pahlawan Nasional Angkatan Udara bisa didapatkan di Pos Indonesia Kantor Cabang Utama dan Pos Indonesia Kantor Cabang maupun dipesan secara online melalui filateli.co.id.***
Artikel Terkait
Ajak Generasi Muda Bangun Bangsa, Sirkandi BUMN Pos Indonesia Gelar Acara Goes to Campus
Total Membantu Masyarakat, Pos Indonesia Menyalurkan Bansos Sembako dan PKH Secara Door to Door
Sinergi BUMN, PLN-Pos Indonesia Integrasikan Rantai Pasok Logistik dan Akselerasi Kendaraan Listrik
Pos Indonesia Luncurkan Prangko Peringati Hari Oeang Republik Indonesia
Kolaborasi BPN, Rajawali Nusindo, dan Pos Indonesia Salurkan 98.600 Bantuan Pangan di 8 Provinsi