“Dengan adanya pemecahan rekor ini diharapkan akan dapat meningkatkan kecintaan dan penghargaan masyarakat terhadap sejarah perkeretaapian di Indonesia. Serta dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi masyarakat luas,” ujar Ricki.
Ricki menambahkan, miniatur lokomotif uap DD5208 tidak akan ditutupi dengan etalase sehingga pengunjung dapat dengan lebih jelas melihat detail miniatur secara keseluruhan.
Miniatur lokomotif DD5208 ini dibuat dengan teknologi cetak tridimensi yang sudah dipersiapkan cukup lama.
Baca Juga: Hotel-hotel Unik di Jepang, Salah Satunya Pakai Robot Sebagai Pelayan
Diawali dengan menggambar model tridimensi tanpa cetak biru selama 4 bulan hanya dengan melihat referensi foto dan video.
Model tridimensi tersebut menghasilkan 1.996 komponen yang selanjutnya dirakit sehingga menghasilkan bentuk lokomotif uap yang utuh.
“Lokomotif uap DD52 saat ini sudah tidak ada lagi wujud aslinya di Indonesia. Sehingga muncullah ide untuk membuat miniatur lokomotif ini agar masyarakat Indonesia teredukasi tentang sejarah keberadaan lokomotif ini di masa lalu,” tutup Ricki.
Artikel Terkait
Kerajinan Khas Kota Solo yang Cocok Jadi Oleh-oleh, Bukan Hanya Batik
Dorong Akselerasi Pelaku Usaha, Bank Raya Dukung Akses Permodalan AwanTunai
TASPEN Raih 2 Penghargaan di Ajang Indonesia Digital Innovation and Achievement Awards 2023
Liburan ke Mongolia, Tempat Wisata Nomor Satu Terbaik Sedunia Versi Lonely Planet
Hari Pahlawan, Pos Indonesia Rilis Prangko Edisi Khusus Pahlawan Nasional Angkatan Udara