Kabar BUMN - Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN Ports Association (APA) Meeting yang ke-47.
Agenda tahunan ini mempertemukan otoritas dan operator pelabuhan dari 9 negara yaitu Malaysia, Singapura, Indonesia, Brunei, Filipina, Vietnam, Thailand, Myanmar, dan Kamboja.
Kepesertaan Indonesia diwakili oleh Pelindo, yang sekaligus menjadi penyelenggara kegiatan yang digelar di The Stones Hotel Legian Bali selama 14-16 November 2023.
APA dibentuk pada 1974 sebagai wujud keinginan kolektif dari pelabuhan-pelabuhan di ASEAN untuk membina persahabatan, memperluas dukungan dan kerja sama untuk memajukan kepentingan pelabuhan.
APA Meeting merupakan forum penting dalam asosiasi ini, sebagai tempat bagi para pejabat pelabuhan terkait untuk bertemu dan berbagi pengalaman dalam pengembangan, pengoperasian dan pengelolaan pelabuhan, serta promosi/fasilitasi kerjasama antar pelabuhan ASEAN.
Dalam kesempatan ini, turut hadir Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Antoni Arif Priadi, Direktur Sumber Daya Manusia & Umum Pelindo Ihsanuddin Usman, Chairman ASEAN Ports Association Bui Van Quy, serta 55 orang delegasi dari 9 negara anggota asosiasi kepelabuhanan di wilayah Asia Tenggara.
Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Antoni menyampaikan bahwa Indonesia secara aktif bekerja sama dengan mitra ASEAN untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi pelabuhan.
“Kolaborasi antar anggota ASEAN Ports Association berpotensi menawarkan banyak manfaat bagi negara dan wilayah secara keseluruhan, terutama untuk meningkatkan konektivitas, efisiensi logistik, safety dan security, knowledge transfer, keberlanjutan lingkungan dan inovasi,” tambah Antoni.
Pada kesempatan yang sama, Bui Van Quy mengatakan kawasan Asia Tenggara berhasil pulih lebih cepat dari dampak pandemi dibandingkan tren global, meskipun pemulihannya tidak seragam di seluruh kawasan atau di setiap negara.
"Untuk menghadapi tantangan maritim saat ini dan kedepan, ASEAN fokus kepada inovasi digital, dekarbonisasi, dan infrastruktur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk mempercepat pola pertumbuhan dan menjadi pusat regional terkemuka dalam perdagangan global,” tambahnya.
Sementara itu, Ihsanuddin Usman menyampaikan pentingnya konsentrasi pembahasan pada beberapa bidang utama untuk kolaborasi yaitu peningkatan konektivitas, pengurangan biaya logistik dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi.
Artikel Terkait
7 Makanan Khas Korea Selatan yang Rasanya Bisa Diterima Lidah Orang Indonesia, Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Negeri Ginseng
Lakukan Pembenahan Secara Signifikan, Peruri Raih Peringkat Gold di SNI Award 2023
Raih Platinum SNI Award 2023, Pupuk Indonesia Siap Bersaing di Pasar Global
Wujudkan Impian ASN Miliki Rumah Pribadi, TASPEN dan Pemkot Surakarta Hadirkan Program ASN Housing
Berkunjung ke Mood River Garden, Nikmati Hidangan Enak di Resto Pinggir Sungai dengan View Alam yang Asri