Ini memberikan informasi yang lebih baik untuk membimbing pengobatan pasien.
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menyoroti bahwa kerja sama ini melibatkan Bio Farma dalam pengembangan alat diagnostik, mendukung visi mereka untuk meningkatkan akses layanan TBC dari deteksi hingga vaksinasi.
Dengan harapan dapat membantu Indonesia mengurangi kasus TBC secara signifikan dan menghapuskan TBC pada akhir dekade ini.
“Kolaborasi ini membantu kami memperluas portofolio produk alat diagnostik, dan kami berharap dapat membantu Indonesia mengurangi kasus TBC secara signifikan dan menghilangkan TBC pada akhir dekade ini,” katanya, seperti dikutip KabarBUMN.com dari biofarma.co.id, Selasa (21/11/2023).
Baca Juga: Peduli Satwa Terancam Punah, Bio Farma Lepasliarkan Owa Jawa ke Cagar Alam Gunung Tilu
Platform diagnostik molekuler BD MAX™ telah digunakan di ribuan laboratorium di seluruh dunia, memberikan kecepatan dan akurasi.
Uji BD MAX™ MDR-TB sejalan dengan panduan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang diagnosis cepat untuk deteksi TBC.
Ini adalah langkah besar dalam memperkuat pertahanan Indonesia melawan TBC.***
Artikel Terkait
Bio Farma Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik “The Most Popular BUMN by Audience”
Gandeng IHC RS Pelabuhan Cirebon, Bio Farma Kenalkan Kit Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Pemeriksaan Urine
Raih Penghargaan Tertinggi, Bio Farma Bawa Pulang Platinum di Ajang ASRRAT 2023
Bio Farma Group Tampilkan Produk Unggulan pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2023
Peringati Hari Kesehatan Nasional, Bio Farma Gelar Program Vaksin DBD dan CerviScan