Sementara itu, diproyeksikan puncak arus berangkat kedua akan terjadi pada Jumat (29/12) dan Sabtu (30/12), sedangkan arus balik pada Senin (01/01) hingga Selasa (02/01).
Selain persiapan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk, ASDP juga mempersiapkan Pelabuhan Jangkar di Situbondo untuk memecah distribusi kendaraan.
Pelabuhan ini berjarak kurang lebih 65 km dari Pelabuhan Ketapang dengan waktu tempuh 1 jam 32 menit, sehingga dapat menjadi pelabuhan perbantuan pada saat peak season yang melayani lintasan Jangkar – Lembar, Nusa Tenggara Barat dengan waktu tempuh kurang lebih 15 jam.
Persiapan lain yang juga telah direncanakan adalah pengoperasian Dermaga Bulusan di Selatan Pelabuhan Ketapang.
“Pengoperasian dermaga ini juga akan dilakukan sebagai alternatif kendaraan truk yang akan menyeberang ke Gilimanuk yang rencananya khusus untuk Long Distance Ferry (LDF),” ujar Shelvy.
Selain itu, tambahnya, di lintas Ketapang-Gilimanuk, ASDP menyiapkan 49 unit kapal ferry siap operasi dan 7 pasang dermaga yang terdiri atas di Pelabuhan Ketapang sebanyak 3 dermaga moveable brigde (MB), 1 dermaga ponton dan 3 dermaga plengsengan.
Serta, di Pelabuhan Gilimanuk, disiapkan 3 MB, 1 ponton dan 3 plengsengan.
“Saat ini ASDP sedang dalam proses kerja sama dengan salah satu platform untuk pembelian tiket secara online. ASDP juga akan menyiapkan kantong parkir, buffer zone untuk kendaraan penumpang dan truk. Persiapan ini diharapkan dapat menunjang kelancaran arus kendaraan sehingga kenyamanan pengguna jasa akan tetap optimal,” tuturnya lagi.
Kakorlantas menambahkan, pihaknya akan mengomunikasikan kepada manajemen yang menggunakan kendaraan sumbu 3 untuk sementara tidak beroperasi yang rencananya akan direalisasikan sebelum tanggal 22.
Akan tetapi, khusus kendaraan BBM, Logistik sembako tetap bisa berjalan sehingga BBM dan sembako juga tidak terganggu.
Baca Juga: PLN dan KLHK Teken MoU Kolaborasi Tingkatkan Penggunaan Energi Terbarukan
Berdasarkan hasil survei daring yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mengenai potensi pergerakan masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru 2023/2024, 5 (lima) daerah tujuan perjalanan terbesar yaitu, pertama, Jawa Timur 15,18% (16,34 juta orang).
Kemudian, Jawa Tengah 13,80% (14,86 juta orang), Jawa Barat 11,62% (12,51 juta orang), Jabodetabek 9,19% (9,89 juta orang), dan D.I Yogyakarta 8,92% (9,60 juta orang).
Artikel Terkait
IDSurvey Ikuti Gelaran Forum Kapasitas Nasional, Dukung Peningkatan Kapasitas di Sektor Suplai Migas
KAI Jamin Keamanan Data Layanan Face Recognition di Stasiun
Sambut Tahun Baru di Yogyakarta, 5 Rekomendasi Tempat Terbaik untuk Libur Nataru
Brantas Abipraya Kejar Target Pembangunan Jalan Tol Bayunglencir – Tempino, Seksi 3 di Provinsi Jambi
Pesta Rakyat Danau Toba dan Aquabike Jetski World Championship di Samosir Sedot Puluhan Ribu Pengunjung