Desa BRILiaN Dapat Apresiasi dari Wamen BUMN, Program Pemberdayaan Desa dari BRI Dinilai Jadi Engine of Growth Perekonomian Indonesia

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 18 Januari 2024 | 07:30 WIB
Wamen BUMN dalam gelaran ”Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023” yang disrlenggarakan di Menara BRILiaN, Jakarta pada Rabu (10/1/2024) lalu. (bri.co.id)
Wamen BUMN dalam gelaran ”Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023” yang disrlenggarakan di Menara BRILiaN, Jakarta pada Rabu (10/1/2024) lalu. (bri.co.id)

Kabar BUMN - Program pemberdayaan desa milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang biasa disebut Desa BRILiaN mendapat apresiasi dari Wakil Menteri BUMN RI Kartika Wirjoatmodjo.

Menurut Wamen BUMN, Desa Brilian merupakan salah satu langkah pemerataan ekonomi di pelosok negeri.

Dimana program tersebut bisa menjadi engine of growth dalam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas 5%. 

Baca Juga: Tutorial Cara Buka Rekening Deposito BRI Melalui BRImo, Investasi Anti Ribet dan Dijamin Aman

Hal itu diungkap Wamen BUMN dalam gelaran ”Nugraha Karya Desa BRILiaN 2023” yang disrlenggarakan di Menara BRILiaN, Jakarta pada Rabu (10/1/2024) lalu.

Acara tersebut merupakan malam apresiasi bagi desa-desa yang dinilai aktif bergerak maju mendorong ekonomi kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN.

Dalam kesempatan itu, Wamen BUMN turut mengungkapkan peran Kementerian BUMN dalam mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Dapat Kuota Paling Banyak, BRI Dijatah Alokasi KUR Rp165 Triliun oleh Pemerintah untuk Tahun 2024

Khususnya melalui pemberdayaan segmen UMKM yang notabene memiliki kontribusi terhadap PDB sebesar 60,5%.

Sektor UMKM juga menyerap tenaga kerja sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. 

”Dengan peranan strategis desa dalam pembangunan nasional maka penguatan kapabilitas dan kompetensi berbagai fungsi penguatan pemberdayaan, digitalisasi, pelatihan-pelatihan dan sebagainya sangat penting.

Baca Juga: Catatkan Kinerja Cemerlang, Bank BRI Raih Lebih dari 200 Penghargaan di Tahun 2023, 53 Diantaranya Bertaraf Internasional

"Pengelolaan melalui optimasi ekosistem desa mulai dari Bumdes, kelompok usaha, UMKM, maupun Kapoktan perlu untuk diterapkan sesuai dengan prinsip SDG yang meliputi universalitas, integrasi dan incluciveness.

"Sehingga mendorong pertumbuhan yang merata di seluruh pedesaan Indonesia,” ucapnya, seperti dikutip KabarBUMN.com dari bri.co.id, Kamis (18/1/2024).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: bri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini