SIG Makin Gencar Gunakan EBT Untuk Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca, Energi Tenaga Surya Jadi Alternatif Pilihan

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Selasa, 20 Februari 2024 | 07:30 WIB
Proses pemasangan panel surya di atap gedung utama kantor SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur. (DOK.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)
Proses pemasangan panel surya di atap gedung utama kantor SBI Pabrik Tuban, Jawa Timur. (DOK.PT Semen Indonesia (Persero) Tbk)

"Penggunaan energi tenaga surya ini juga merupakan wujud konkret komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan."

"Selagi mencapai operasional yang lebih efisien, proyek ini berkontribusi pada dekarbonisasi yang telah dicanangkan SIG untuk mendukung komitmen pemerintah untuk mengurangi dampak pemanasan global”, ucap Lilik Unggul Raharjo, Direktur Utama SBI.

Baca Juga: Mulai dari Harga Rp200.000, Hari Ini Tiket F1Powerboat Danau Toba Sudah bisa Dibeli Secara Online

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, saat ini, konstruksi pemasangan panel surya sudah selesai dilakukan di salah satu bangunan yaitu di gedung kantor utama Pabrik Tuban.

Lalu dilanjutkan pemasangan di sembilan bangunan lainnya.

Proyek pemasangan PLTS Atap ini diharapkan rampung seluruhnya dan beroperasi pada kuartal III tahun 2024.

Untuk meningkatkan penggunaan EBT dan mendukung tercapainya target SIG pada penurunan intensitas emisi GRK cakupan 2 sebesar 23,9% pada 2030 (baseline 2019) sebagaimana tertuang dalam Sustainability Road Map SIG.

Baca Juga: Mau Mudik Naik Kereta Api? Cek Jadwal Pemesanan Tiket KA Lebaran 2024 dari KAI Berikut Ini

“Penggunaan energi tenaga surya di SBI Pabrik Tuban ini semakin menegaskan komitmen SIG dalam transisi energi menuju EBT yang lebih ramah lingkungan dan bermanfaat dalam mendorong efisiensi pada biaya operasional Perusahaan."

"Serta menjadi kontribusi positif dalam mendukung pemerintah mencapai target Net Zero Emission pada 2060,” Vita Mahreyni.

Sebagai upaya percepatan penurunan intensitas emisi GRK cakupan 2, SIG telah menjalin kerja sama dengan PT PLN (Persero) dalam Pengembangan Pembangkit Energi Terbarukan pada September 2023.

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Indonesia dari Buah Durian, Harum-harum Menggoda Selera

Melalui kerja sama ini, SIG memperoleh dukungan dalam upaya transisi energi hijau melalui sumber EBT untuk memenuhi kebutuhan listrik di area-area operasional SIG.

SIG juga tengah menjajaki inisiatif untuk penurunan intensitas emisi GRK cakupan 3, atau emisi yang berasal dari rantai pasok perusahaan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber yang tidak secara langsung dimiliki atau dikendalikan oleh Perusahaan.

Dalam lingkup penurunan intensitas emisi GRK cakupan 3, SIG menyasar fasilitas transportasi karyawan (employee commuting), serta aktivitas inbound logistic dan outbound logistic.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini