Acara ini juga menunjukkan kecintaan terhadap kereta api tidak sekadar hobi, tetapi juga komitmen untuk menjaga dan memperkenalkan sejarah kepada generasi mendatang.
Joni menambahkan, "Napak tilas jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang mengajak peserta untuk merenungkan keindahan serta kekayaan sejarah yang terdapat dalam setiap jejak kereta api yang pernah ada.
"Semoga kegiatan ini dapat terus dilakukan untuk menghidupkan kembali nostalgia dan memperkenalkan keajaiban sejarah perkeretaapian kepada generasi masa kini dan mendatang," pungkasnya.
Jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang sendiri dibangun oleh Staatsspoorwegen, perusahaan perkeretaapian milik pemerintah Hindia-Belanda.
Baca Juga: Pemesanan Tiket KA Lebaran H-3, Diserbu Masyarakat Untuk Mudik
Jalur ini sudah tidak aktif sejak tahun 1980-an.
Kini jalur tersebut sudah tidak dapat dinikmati, namun sisa-sisa peninggalannya masih dapat dikunjungi untuk menapaktilasi jejak kejayaan perkeretaapian di Banjar-Cijulang.***
Artikel Terkait
Konsisten Jalankan TJSL, KAI Logistik Raih Penghargaan Mitra Kolaborasi Kebaikan Rumah Zakat
Rayakan Imlek, KAI Gelar Kompetisi Karaoke Berhadiah untuk Penumpang LRT Jabodebek
Temukan Uang Tunai Rp14 Juta di Stasiun Binjai, Petugas KAI Bandara Sigap Amankan dan Kembalikan ke Pemilik Asli
Mau Mudik Naik Kereta Api? Cek Jadwal Pemesanan Tiket KA Lebaran 2024 dari KAI Berikut Ini
KAI Ingatkan Kembali Aturan Penggunaan Stop Kontak di Kereta Api Demi Kenyamanan Bersama