Melalui In House Training di Subang, DAHANA Berikan Pembekalan Bagi Operator-Operator Baru MMT Full Auto

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Kamis, 1 Februari 2024 | 09:00 WIB
In House Training Pengoperasian Mobile Manufacturing Truck (MMT) Full Auto DAHANA. (Instagram/@ptdahana)
In House Training Pengoperasian Mobile Manufacturing Truck (MMT) Full Auto DAHANA. (Instagram/@ptdahana)

Kabar BUMN DAHANA menggelar In House Training Pengoperasian Mobile Manufacturing Truck (MMT) Full Auto di Kampus DAHANA, Subang mulai tanggal 29 Januari hingga 2 Februari 2024.

In House Training ini diadakan dalam rangka pembekalan bagi operator-operator baru MMT Full Auto sekaligus penyegaran penggunaan MMT untuk berbagai site DAHANA di beberapa wilayah.

Dalam agenda In House Training ini, dijelaskan mengenai pengenalan, praktek operasional, dan perawatan MMT Full Auto, dari prime remover-nya (renault), sistem hidrolik, hingga sistem kontrol MMT.

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Pesona Alamnya, Pantai Sundak di Gunungkidul Ini Terkenal karena Cerita Menarik di Balik Latar Belakang Namanya

Hal itu disampaikan oleh Shahibudin Ma'ruf, Manajer Perancangan dan Teknologi Alat dan Fasilitas DAHANA dalam sambutannya saat hadir langsung dalam IHT MMT di Subang.

“Kami berharap IHT ini dapat membantu operator MMT dalam melakukan operasional maintenance. Performa yang baik dari pengoperasian MMT akan sangat membantu operasional DAHANA di lapangan yang berpengaruh terhadap efektivitas dan efisiensi peledakan serta yang utama adalah kepuasan pelanggan,” ungkap Ma’ruf.

MMT merupakan truk yang memiliki fasilitas teknologi pencampuran bahan peledak secara mobile pada lokasi peledakan, dengan kemampuan mengangkut dan mencampurkan bahan-bahan mentah yang diperlukan hingga menjadi produk bahan peledak yang dapat langsung dimasukkan ke dalam lubang-lubang tembak.

Baca Juga: Bank Mandiri Raih Laba Bersih Rp 55,1 Triliun atau Tumbuh 33,7 Persen di Tahun 2023

Bahan peledak yang diproduksi oleh MMT diantaranya Bulk Explosives, Dabex, Danfo, hingga Dawagel.

Proyek inovasi MMT berawal dari proyek Karimun, sejak saat itu Pusat Bahan Berenergi Tinggi (EMC) DAHANA mengembangkan kemampuan MMT melalui riset dan rekayasa unit manufaktur secara mobile untuk konsumen yang memiliki kapasitas dua hingga 20 ton.

Dalam penelitian tersebut, DAHANA menjalani serangkaian ujicoba agar MMT dapat dioperasikan dalam berbagai kondisi iklim dan medan yang dihadapi di lapangan.

Baca Juga: Garuda Indonesia Raih Rekognisi Sebagai Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu di Dunia Sepanjang 2023

Secara teknis, sistem kendali loading turut diadopsikan ke dalam MMT untuk meningkatkan efektivitas operasi MMT. Beberapa jenis dan merek truk seperti SCANIA, VOLVO, dan RENAULT 6×6 pernah digunakan sebagai prime-mover.

Ma’ruf menambahkan, peningkatan produksi unit MMT membuktikan keunggulan pabrik bahan peledak berjalan milik DAHANA tersebut berhasil memuaskan pelanggan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia

Sumber: dahana.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini