"Namun tidak boleh sama persis, harus dimodifikasi seperti celana tidak boleh sama persis atau lainnya,” katanya.
Momen sakral ini juga diabadikan melalui sapuan kuas 9 pelukis, antara lain Teuku Shabir, Rahmat Qadriyanto, Gaga, Difda Ainul Hakim, Haris irfanudin, Rubina Stevia Laiqa, Nikita Valencia Laiqa, Hudzaifah, Yovanka Al-Farugh Maylovantino dan pelukis lokal Prambanan, Pengging.
Masing-masing dari mereka akan menggambarkan bagaimana Prambanan dengan kesunyiannya itu melalui sketsa gambar yang akan merekam nuansa ‘Prambanan dalam Sunyi’.
Baca Juga: Mudik Gratis Bersama Pelindo Jasa Maritim, Ada 300 Kuota untuk Dua Rute Tujuan di Sulawesi Selatan
Saat dijumpai, Syakil, mahasiswa jurusan Pendidikan Seni UNY yang turut serta dalam kegiatan melukis ini mengaku kagum dengan Candi Prambanan.
Kata dia, suasana Prambanan Dalam Sunyi itu jarang terjadi sehingga ia ingin mengabadikan momen tersebut dalam karya lukisannya.
“Saya akan mencoba menghadirkan Prambanan dalam sunyi dengan aliran surialis,” tandasnya.
Artikel Terkait
PT TWC Selenggarakan Kajian Lapangan Terbuka Kunjungan bagi Pelajar Naik Candi Borobudur
Libatkan Pedagang Makanan, PT TWC Gelar Pelatihan dan Praktik Pemilahan Sampah di Candi Prambanan
Wujudkan Green Tourism, PT TWC Gelar Pelatihan Pemilahan Sampah untuk Para Pedagang di Kawasan Candi Prambanan
Dorong Pemahaman tentang Pencegahan Kebakaran, PT TWC Gandeng Damkar Sleman Adakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran