"Dari dulu kita kalau mau produksi nggak pernah beli bahan dari luar. Biasanya masing-masing punya kebun atau lahan untuk menanam bahan-bahannya sendiri."
"Nanti kalau di daerah saya ada yang kekurangan bahan bisa dibantu anggota yang lain. Dari hasil produksi juga saling membantu,” ungkapnya.
Sesuai namanya, produk yang dihasilkan oleh klaster usaha ini fokus pada endog lewo yang terdiri dari beberapa varian bentuk dan juga rasa.
Baca Juga: Rayakan HUT ke-53, Askrindo Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu di Bulan Suci Ramadhan
“Kalau varian bentuk itu ada yang gepeng, kecil, dan besar."
"Beda bentuk, beda juga bahan-bahannya. Kalau yang gepeng ini pakai bumbu bawang irisan yang besar-besar."
"Kalau endog lewo kecil itu endog lewo jadul yang populer di tahun 70an."
"Sekarang kan trennya yang besar-besar dan renyah seperti snack ball gitu. Nah kalau varian rasanya ada yang pedas dan original,” lanjut Dadan.
Sampai saat ini, endog lewo yang diproduksi oleh para anggota Klaster Usaha Endog Lewo dipasarkan di sekitar wilayah Garut dan Jawa Barat sebagai makanan khas.
“Pemasarannya masuk pasar-pasar tradisional dan toko oleh-oleh untuk wisatawan yang datang ke Garut,” ungkapnya.
Produksi Meningkat Berkat KlasterkuHidupku BRI
Tahun 2023 lalu memberikan harapan baru bagi Klaster Usaha Endog Lewo karena mendapatkan bantuan dari program BRI KlasterkuHidupku.
Artikel Terkait
BRI Pastikan Kesediaan Kas, Siapkan Uang Tunai Rp 34 Triliun pada Periode Libur Lebaran 2024
BRI Raih 6 Penghargaan di PR Indonesia Awards 2024 Berkat Konsisten Mengomunikasikan Value Perusahaan
Jelang Libur Lebaran, BRI Pastikan Kesiapan Uang Tunai dan Layanan Digital
Bank BRI Buka Banyak Loker di Rekrutmen Bersama BUMN 2024, Terbuka untuk Lulusan S1 hingga S2