Klaster Usaha Rumput Laut Kampung Pogo Makin Produktif Berkat Program KlasterkuHidupku dari BRI

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Rabu, 3 April 2024 | 06:00 WIB
Klaster Usaha Rumput Laut Kampung Pogo Makin Produktif Berkat Program KlasterkuHidupku dari BRI (jennaira)
Klaster Usaha Rumput Laut Kampung Pogo Makin Produktif Berkat Program KlasterkuHidupku dari BRI (jennaira)

Sebagai informasi, Klaster Usaha Rumput Laut Kampung Pogo ini sendiri baru berdiri sekitar tahun 2019.

Sudirman bercerita saat itu mendapatkan masukan dari penyuluh Dinas Perikanan yang datang ke kampungnya.

“Pada saat itu tahun 2019 ada penyuluh dari Dinas Perikanan yang bertanya apa saya punya kelompok, tapi saat itu saya bilang saya tidak punya."

"Lalu mereka menyarankan untuk bikin kelompok dan saya dibantu."

"Di sini sendiri kan memang masyarakatnya ada yang nelayan dan ada yang budidaya rumput laut, jadi dari Dinas Perikanan yang mencari dan akhirnya kelompok usaha ini terbentuk,” lanjutnya.

Baca Juga: Strategi InJourney Hospitality Antisipasi Lonjakan Okupansi Hotel Di Hari Raya Idul Fitri 1445 H

Hingga saat ini sudah ada 10 anggota klaster usaha yang tergabung dan saling membantu dalam menjalankan operasional budidaya rumput laut sehari-hari.

“Misal kalau ada yang butuh alat, kalau mau budidaya rumput laut ini kan harus punya perahu. Kalau belum punya, kita bisa saling pinjam ke kelompok yang lain,” imbuhnya.

Untuk produk rumput laut yang dihasilkan dijual dalam kondisi sudah dikeringkan.

Pembelinya biasanya akan datang langsung ke lokasi untuk melakukan tawar-menawar langsung dengan pemilik. Jika harganya cocok, maka akan dijual.

Baca Juga: Prediksi Puncak Arus Mudik 5 April 2024, PELNI Imbau Masyarakat Beli Tiket Melalui Aplikasi PELNI Mobile

“Untuk penghasilan setiap bulannya tergantung cuaca. kalau cuaca bagus dan normal, dalam 100 bentangan itu bisa mencapai 400kg."

"Tapi kalau cuaca seperti sekarang ini mulai panas, kondisi rumput laut jadi agak kuning. Kalau warnanya kuning itu berarti pertumbuhannya agak lambat."

"Kalau banjir, dia juga rusak. Jadi tantangan usaha ini semuanya tergantung cuaca. Kalau harga jualnya sendiri rata-rata Rp16 ribu per kilogram, tapi harganya sendiri naik turun,” cerita Sudirman lagi.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Olahan Bebek Goreng Ternikmat di Surabaya, Mulai dari Kremesan hingga Bumbu Hitam

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini