Begini Cara Hutama Karya Wujudkan Pengoperasin Tol Berkelanjutan

Photo Author
Jennaira, Kabar BUMN
- Sabtu, 27 April 2024 | 15:30 WIB
Jalan tol yang dikelola PT Hutama Karya (Dok. Hutama Karya)
Jalan tol yang dikelola PT Hutama Karya (Dok. Hutama Karya)

Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) melakukan sejumlah inovasi pengoperasian jalan tol yang mempertimbangkan keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Beberapa tahun belakangan, Hutama Karya memprioritaskan aspek lingkungan yang telah diterapkan di sejumlah ruas tol yang dikelola.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan, saat ini beberapa kriteria telah diterapkan oleh Hutama Karya.

Baca Juga: Kejar Target Kelar Akhir 2024, Hutama Karya Jalankan Strategi Percepatan Proyek Bendungan Bulango Ulu

Salah satunya yakni aspek lingkungan dengan penerapan energi terbarukan, melalui pemasangan smart lamp yang ramah lingkungan dari lampu konvensional.

Totalnya sebaik 4.304 buah baik di Jalan Tol Trans Sumatera dan di Tol Akses Tanjung Priok.

Hutama Karya juga telah menerapkan manajemen limbah yang efektif melalui program pembudidayaan sampah dengan memanfaatkan maggot di Rest Area KM 215 jalur B yang kemudian dimanfaatkan menjadi pupuk organik.

Baca Juga: Ditinjau Jokowi, Hutama Karya Optimis Proyek Bendungan Bulango Ulu Rampung Akhir Tahun 2024

Kemudian pengelolaan air di Rest Area KM 306 Jalur B Tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang Kayu Agung (Terpeka) menggunakan teknologi Water Treatment Plant (WTP).

“Saat ini untuk manajemen limbah baru diterapkan di Tol Terpeka karena masih dalam tahap uji coba dan evaluasi, nantinya apabila metode sesuai dan berhasil akan diterapkan di seluruh rest area di jalan tol Hutama Karya,” imbuh Adjib.

Aspek lingkungan lain yang menjadi prioritas yakni Tol Hijau Ramah Lingkungan. Hutama Karya secara rutin melakukan penanaman pohon di sekitar jalan tol dan rest area dengan target 60 ribu pohon per tahun.

Baca Juga: Optimalkan PNM Tahun Anggaran 2024, Hutama Karya Pastikan Keberlanjutan Penugasan Jalan Tol Trans Sumatera

Kemudian membangun sebanyak 10 (sepuluh) perlintasan satwa di Tol Pekanbaru - Dumai dan Tol Sigli - Banda Aceh, yang masuk dalam aspek perlindungan terhadap keanekaragaman hayati.

“Dengan memastikan setiap jalan tol memenuhi standar tersebut, Hutama Karya tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga menciptakan infrastruktur yang berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Jennaira

Tags

Artikel Terkait

Terkini