"Kami percaya dengan memberikan solusi pertanian berkelanjutan, Pupuk Kaltim dapat berkontribusi lebih nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani," tambha dia.
Pupuk non subsidi yang digunakan dalam program ini adalah pupuk tunggal Urea Granul, pupuk majemuk NPK Pelangi 20-10-10, dan pupuk hayati Ecofert.
Kombinasi ini dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan sistem akar tanaman, sekaligus menekan perkembangan penyakit secara maksimal.
Sementara untuk bibit menggunakan varietas Ciliwung yang sudah umum digunakan oleh para petani setempat, dengan sistem tanam benih langsung (Tabela) sebagai metode penanaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan.
Baca Juga: Selamat! Pertamina Sabet Tiga Penghargaan di CNN Indonesia Awards 2024
Pemilihan sistem Tabela memungkinkan penanaman benih secara langsung ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi kerugian benih dan mempercepat proses pertumbuhan.
Sedangkan untuk dosis pemupukan, disesuaikan dari hasil pengujian tanah secara cermat dengan perencanaan matang tim agronomis Pupuk Kaltim, agar tambahan nutrisi yang diperlukan mulai tahap pertumbuhan tanaman bisa terpenuhi dengan baik.
"Pemupukan berimbang dan tata kelola lahan secara benar menjadi poin penting selama pendampingan petani pada demplot ini,"
"Sehingga optimalisasi lahan dengan produktivitas tanaman mampu mencapai hasil panen dua kali lipat dari sebelumnya," lanjut Indah.
Indah menyebut, demplot ini tak hanya seremonial, tetapi juga menjadi momentum mewujudkan pertanian berkelanjutan dan berdaya saing.
"Melihat hasil yang dicapai, para petani diharap mampu menerapkan tata kelola serupa secara berkelanjutan, sehingga hasil yang diperoleh pun semakin maksimal dan kesejahteraan juga semakin meningkat," tuturnya.
Jasmin, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Kahu, mewakili Pemerintah Daerah, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Pupuk Kaltim dalam meningkatkan produktivitas padi di wilayahnya.
Jasmin mengungkapkan bahwa peningkatan hasil panen yang signifikan dalam program demplot Pupuk Kaltim tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi pertanian, tetapi juga menandakan keberhasilan kolaborasi antara perusahaan dan petani dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Baca Juga: Pelindo Multi Terminal Lakukan Transformasi Pelabuhan Nonpetikemas dan Kembangkan SDM
Artikel Terkait
Pupuk Kaltim Buka 52 Posisi Magang Melalui Program MAGENTA BUMN, Pendaftaran Ditutup 8 November 2023
Hasil Kolaborasi DAHANA dan Pupuk Kaltim, Pabrik Amonium Nitrat Diresmikan Presiden Jokowi
Pupuk Kaltim Raih The Best Anugerah UKM TJSL Awards 2024, Kedepankan Aspek Lingkungan dari Pemberdayaan
Wow! Pupuk Kaltim Fasilitasi 280 Pemudik Asal Bontang dan Samarinda Untuk Mudik Asyik Bersama BUMN 2024
Jelang Idul Adha, Pupuk Kaltim Bantu Peternak Bontang Tingkatkan Kualitas Hewan Kurban