Keel Laying Proyek Ekspor Kapal Perang ke-2 Angkatan Laut Filipina dan PT PAL Masuk Tahap Milestone

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Selasa, 4 Juni 2024 | 20:30 WIB
Kerja sama PT PAL dengan Angkatan Laut Filipina dalam proyek pembangunan kapal perang memasuki tahap Keel Laying. (Dok. PT PAL Indonesia)
Kerja sama PT PAL dengan Angkatan Laut Filipina dalam proyek pembangunan kapal perang memasuki tahap Keel Laying. (Dok. PT PAL Indonesia)

“Ini adalah pencapaian bagus untuk Kapal Landing Dock kedua. Dan saya selalu ingat, bahwa PT PAL selalu memprioritaskan kualitas dalam produknya. Proyek ini berjalan lancar karena kami dapat bekerjasama dengan Project Management Team PT PAL dengan sangat baik” ungkap TIAC/PNOR.

Penyerahan koin Keel Laying Landing Dock Philippines kedua dari COO Iqbal Fikri kepada Chairperson TIAC Philippines, Capt Leo Amor A. Vidal, menandai dimulainya proses Keel Laying.

Bersama jajaran dari kedua belah pihak, mereka menyaksikan proses penurunan block kapal yang berlangsung di area graving dock Semarang.

Momen Keel Laying ini menandakan dimulainya "perhitungan awal usia kapal", suatu fase penting dalam perjalanan kapal menuju penyelesaian.

Baca Juga: Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kesehatan dan Kedokteran, Holding RS BUMN Jalin Sinergi Dengan IJN Malaysia

Acara dilanjutkan dengan peninjauan teknis oleh tim TIAC dan PNOR ke area workshop.

Kemajuan pembangunan kapal yang terpantau dan pencatatan pencapaian positif menjadi bukti komitmen PT PAL Indonesia dalam menjawab berbagai tantangan dalam proyek pembangunan kapal Landing Dock ini.

Kapal Landing Dock berbobot 7.400 ton ini merupakan kapal pendukung (supporting ship) yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan operasional Angkatan Laut Filipina.

Dengan ketahanan berlayar hingga 30 hari, kapal ini menjadi solusi ideal untuk berbagai operasi maritim, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga: Cuma Bayar HTM Rp5 Ribu Bisa Renang Sepuasnya di Sumber Maron, Tempat Wisata Ramah Keluarga yang Wajib Dikunjungi Saat ke Malang

Di tengah dinamika geopolitik yang kompleks saat ini, kebutuhan akan kapal angkatan laut, baik kapal kombatan maupun kapal pendukung militer, menjadi semakin penting bagi setiap negara.

Kemampuan pertahanan tidak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga alat penting untuk mencapai tujuan dan kepentingan nasional. (*)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Amalia R

Sumber: pal.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini